Karimun, Lendoot.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Karimun masih dalam pembahasan di jajaran pemerintah daerah. Terdapat sejumlah kategori yang harus dipenuhi, sebelum wacana itu diusulkan ke pemerintah pusat.

PSBB dapat dipahami sebagai upaya pemerintah membatasi pergerakan atau aktivitas masyarakat untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona yang semakin meluas. Hal ini seperti yang tercantum pada bab I, Permenkes Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun Muhd Firmansyah mengatakan, sampai saat ini rencana pengajuan wilayah Kabupaten Karimun untuk diterapkan PSBB masih belum diajukan.

“Belum, belum, kita belum mengajukan PSBB,” kata Firmansyah, Kamis (23/4/2020) kemarin.

Menurutnya, untuk penerapan PSBB terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, sebelum dapat mengusulkan. Adapun persyaratan itu antara lain ada peningkatan perkembangan kasus dan adanya transmisi lokal

“Ada dua syarat, pertama ada transmisi lokal, sejauh ini kan kita belum ada. Yang kedua perkembangan kasus, kalaupun kita ada, tapi kan tidak terjadi peningatan,” kata Firmansyah.

Ia menyebutkan, sejauh ini Karimun baru menerapkan karantina terpusat terhadap warga atau pendatang dari luar Karimun atau wilayah zona merah.

“Karimun juga tidak menerapkan karantina wilayah, seperti di Kota Batam.Sejauh ini, Kabupaten baru melakukan Karantina terpusat terhadap warga atau orang baru datang ke Karimun di SMP N 2 Tebing,” katanya. (rk)