Kordinator FDJA, Jusri Sabri.

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Untuk mewujudkan pesta demokrasi yang jujur, berintegritas dan bebas  politik uang  atau money politic, Forum Demokrasi Jujur dan Adil (FDJA) Jusri Sabri berupaya turut serta mengawasinya.

Sebagai Kordinator FDJA, Jusri Sabri dibantu 72 orang anggotanya, terus berupaya mengumpulkan bukti, informasi serta melakukan penelurusan pada indikasi pelanggaran pencucian uang dalam Pemilu 2019 lalu.

Praktik money politic, katanya, sudah dilakukan dengan berbagai modus yang semakin canggih, sehingga sulit terlacak atau dibuktikan secara hukum. Kendati demikian, katanya, masih ada juga yang menggunakan cara-cara konvensional.

Banyak informasi yang dihimpunnya, seperti menggunakan uang kontan, yang memudahkan pelaku untuk diseret dalam aturan pemilu.

Yusri Sabri kepada Lendoot.com mengatakan bahwa 72 anggota yang ada, rata-rata memiliki data, informasi dan segudang bukti para pelaku politik uang. “Ini dilakukan saat masa tenang, atau istilahnya serangan fajar,” ujarnya.

Atas temuan beserta buktinya tersebut, lanjur Sabri, pihaknya akan melaporkan indikasi pelanggaran tindak pidana pada pesta pemilihan umum yang terjadi tersebut.

Mengupayakan Pemilu yang bersih dari money politic, katanya, harus dilakukan bersama. Semua unsur masyarakat, termasuk para elite, aktor politik, Parpol, Caleg, dan Penyelenggara Pemilu agar mengedepankan politik yang bermartabat demi tercapainya Pemilu yang berkualitas.

“Disadari, dalam pesta Pemilu merupakan ajang untuk adu ide, adu program, dan adu kewarasan, bukan adu praktik politik uang atau adu kecurangan. Jadi Kami semua yang tergabung dalam FDJA sepakat dan sehati akan melakukan berbagai upaya. Untuk semua pelaku curang yang bermain duit, itu harus diberi sanksi dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.

Harapannya, Bawasalu dan penegak hukum yang berkompeten dalam penindakan pelanggaran pemilu, lebih giat lagi untuk melakukan penulusuran terhadap kegiatan kejadian politik uang tersebut.

“FDJA akan siap membantu Sentra Gakkumdu dalam melakukan penindakan kegiatan ilegal yang terjadi, sebab segudang bukti dari FDJA akan membeberkan dugaan sejumlah pemain uang di Pemilu,” ungkapnya lagi. (hasim)