Bupati Karimun Aunur Rafiq menyalami calon penumpang di ruang tunggu Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Kamis (30/5/2019) saat mengecek kesiapan angkutan lebaran.

Karimun, Lendoot.com – Berdasarkan data dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, jumlah penumpang yang turun maupun naik di Pelabuhan menurun jika dibandingkan Lebaran Idul Fitri tahun sebelumnya.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi mengatakan bahwa pada H+2 Idul Fitri rata-rata jumlah penumpang perharinya hanya 72,98 persen dibandingkan kapasitas seluruh armada kapal.

“Kalau kita melihat dari data ada kecenderungan sampai H+15 atau tanggal 21 Juni kemungkinan mengalami penurunan. Karena sampai H+2 Sabtu, (8/6/2019) secara rata-rata 72,98 persen,” katanya, Minggu (9/6/2019) kemarin.

Junaidi menjelaskan, dari 10 pelabuhan yang berada di bawah wewenang KSOP Kelas I Tanjungbali Karimun, pelabuhan terpadat adalah Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Pelabuhan Tanjung Batu Kundur dan KPK.

“Kalau untuk rute penumpang terpadat adalah Tanjungbalai Karimun-Sekupang Batam, Tanjungbalai Karimun-Harbourbay Batam dan ketiga Tanjungbalai Karimun-Selat Panjang,” jelasnya.

Junaidi menambahkan, untuk arus mudik terpadat di Tanjungbalai Karimun terjadi pada H-4 lebaran, dengan total penumpang sebanyak 16.769 jiwa. Akumulasi dari beberapa pelabuhan. Sementara untuk arus balik yang terpadat terjadi pada H+2 yakni sebanyak 24.763 penumpang.

“Prediksi kita untuk puncak arus balik memang H+2. Tapi kita tetap pantau sampai H+15,” tambahnya. (riandi)