Jalan di salah satu kecamatan di Kabupaten Karimun. (ricky)

Karimun, Lendoot.com – Sepanjang tahun 2020, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun telah menyelesaikan pembangunan 24 kilometer (KM) jalan di wilayah Kabupaten Karimun.

Puluhan kilometer jalan itu dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun tahun 2020.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun Muhammad Zulfan mengatakan, puluhan kilometer jalan aspal itu merupakan salah satu proyek infrastruktur dalam rangka pembangunan dan peningkatan jalan.

“Tersebar di 12 kecamatan, di Kecamatan Buru jadi yang terpanjang sepanjang 5 kilometer,” ujar Zulfan, Jumat (22/1/2021).

Selain pembangunan jalan, Zulfan menyebutkan, di tahun 2020 pihaknha juga telah menyelesaikan proyek infrastruktur lain, seperti pembangunan gedung PGRI Kabupaten Karimun, penongkatan sarana dan prasarana sekolah di Kecamatan Kundur, peningkatan sarana dan prasarana stadion Badang Perkasa.

“Kita juga membangun sejumlah sarana dan prasarana masjid dan mushalla, drainase, normalisasi parit dan sungai. Proyek itu terkenal di Kecamatan Wilayah Kabupaten Karimun,” katanya.

“Seperti gedung PGRI Karimun yang dibangun melalui APBD 2020 senilai Rp1,1 miliar itu sudah diresmikan oleh bapak Bupati Karimun pada 14 Desember 2020 lalu,” kata Zulfan.

Zulfan menyebutkan, pada APBD 2020 di Dinas PUPR Karimun mengalami refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Dimana anggaran yang semula di APBD Murni tahun 2020 sebesar Rp. 223,928 miliar menjadi Rp. 146,898 miliar di APBD Perubahan tahun 2020. Artinya, terjadi refocusing anggaran sebesar Rp. 77 miliar.

“Alhamdulillah, walau ada terjadi refocusing anggaran, beberapa proyek infrastruktur dapat kami laksanakan,” katanya.

Ia mengataku, pelaksanaan memfokuskan kembali anggaran menyebabkan sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur menjadi tidak maksimal. Bahkan, kondisi tersebut mengabaikan penanggulangan bencana sebuah proyek.

Namun, pihaknya memastikan akan segera membayarkan sejumlah proyek yang mengalami tunda bayar tersebut pada triwulan pertama tahun 2021.

“Secara administrasi sudah dipersiapkan. Hanya saja, nantinya akan lebih dulu diaudit oleh auditor,” katanya. (rko)