Kepri, Lendoot.com – Gurin Energy Pte Ltd dikabarkan akan meinvestasikan seniai Rp37 triliun di bidang kelistrikan untuk sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dari investasi Rp37 Triliun tersebut, PLTS di Kepri ini disebut-sebut akan memproduksi sebesar dua gigawatt.
Sementara itu Gurin Energy Pte Ltd merupakan perusahaan energi yang bermarkas di Singapura yang siap menanamkan modal di industri Energi Baru Terbarukan (EBT) atau Gress Energy tersebut.
Rencana investasi inipun membuat posisi Kepri kian kokoh di tengah ancaman resesi ekonomi global.
Kabar ini didapat Gubernur Ansar Ahmad saat ke Kantor Kementerian Investasi dan bertemua dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Republik Indonesia.
Ansar Ahmad menemui Menteri Investasi yang juga Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Kamis lalu untuk mengkoordinasi rencana investasi besar ini.
“Rencana investasi besar ini perlu kita konsultasikan ke Pak Menteri,” ujar Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad, menyambut baik rencana investasi tersebut, apalagi Provinsi Kepri merupakan wilayah strategi perbatasan negara yang memiliki daya tarik investasi ekonomi yang tinggi.
Ansar Ahmad mengatakan saat pertemuan dengan Bahlil, pihaknya menyampaikan rencana Gurin Energi Pte Ltd yang berkantor di Singapura mengajukan permohonan investasi di bidang energi terbarukan tersebut.
Gurin Energi Pte Ltd berniat membangun Pembangkit Litrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skala besar. Kekuatannya mencapai 2 Giga Wat dengan total investasi 2,5 miliar dolar atau setara Rp37 triliun.
Butuh 2.000 Hektar Lahan
Investasi kelistrikan khususnya dalam bentuk PLTS sebesar itu membutuhkan 2.000 hektar lahan.
Hal ini diungkapkan kata Ansar Ahmad usai bertemua dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Atas kebutuhan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik dan akan berusaha melayani dan memfasilitasi para investor dalam menanamkan modal bagi Penanam Modal Asing (PMA).
“Ini bentuk dari pelayanan kita sebagai pemerintah, sehingga para investor memiliki jaminan hukum. Agar investasinya dapat berjalan baik,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pasca pelaksanaan Presidensi G20 lalu, Presiden RI Joko Widodo telah menyampaikan, bahwa Indonesia ke depan akan mulai menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Konsep Green Energy sudah semestinya dilaksanakan di Indonesia. Untuk itu saya mendukung akan rencana investasi ini dan dibahas lebih lanju, termasuk bersama Pemprov Kepri,” ucapnya.
Country Director Gurin Energy Pte. Ltd Diko Dewantomo Darwoto ikut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang telah memfasilitasi dan melayani pihaknya sebagai salah satu investor di Kepri.
“Kami telah diarahkan serta telah dilakukan pembahasan awal untuk menjamin, agar investasi ini bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ucap Diko.
Ikut dalam rombongan Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertemu dengan Menteri Bahlil yakni Kepala DPMPTSP Kepri Hasfarizal Handra, Kadis ESDM Kepri dan Asisten Ekonomi Provinsi Kepri, Kadis Kominfo Hasan SSos.
Hadir juga Country Director Gurin Energy Pte. Ltd Diko Dewantomo Darwoto beserta konsorsiumnya. Head of Legal coomercial Gentari/Petronas Energy Jui Kian Lim. Serta Direktur PT Panah Perak Megasarana Agussalim Igarashi. (*/msa)




