Karimun, Lendoot.com – Pengurus Daerah Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Karimun memastikan tidak ada tenaga guru yang dirumahkan di masa Pandemi Covid-19 ini.

Bahkan, meski sektor perekonomian lesu di saat pandemi ini, kesejahteraan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tetap menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Sekretaris  PD HIMPAUDNI Kabupaten Karimun Susi Lestari mengatakan, selama mewabahnya virus tersebut, tidak ada guru Paud yang berhenti dari tugasnya meskipun kegiatan belajar mengajar yang semula tatap muka kini beralih belajar dari rumah atau via daring.

Keputusan itu diambil dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 lantaran sekolah dinilai paling berpotensi menjadi tempat penyebaran virus tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada yang dirumahkan. Selain itu, Pemkab Karimun juga tetap membayar insentif bagi guru- guru Paud non Formal,” kata Susi.

Ia mengatakan, ditengah terpuruknya ekonomi saat ini akibat Pandemi Covid-19, hak- hak seperti insentif guru memang sangat dibutuhkan dan harus tetap disalurkan.

Menurutnya, sejak kegiatan mengajar secara tatap muka disekolah dihentikan sementara waktu dan diganti melalui daring, sejumlah sekolah tidak dapat membayarkan gaji guru secara penuh, akibat iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah dikurangi.

“Meskipun iuran SPP tak ada lagi, alhamdulillah para guru Paud tidak ada yang berhenti karena sangat terbantu dengan adanya insentif dari Pemkab Karimun yang terus dibayarkan,” katanya.

Insentif itu, kata Susi, setiap bulannya disalurkannkepada 334 guru PAUD yang tersebar di 12 Kecamatan dan besarannya sekitar Rp700 ribu.

Saat zaman kepemimpinan pak Aunur Rafiq bersama Anwar Hasyim, setiap tahunnya insentif guru terus alami kenaikan. Dimana pada awalnya, besaran insentif itu hanya Rp 500 ribu, dan naik pada 2020 sebesar Rp 200 ribu menjadi Rp 700 ribu.

“Januari lalu (2020) pak Bupati menaikan insentif menjadi Rp700 ribu, dan tahun depan (2021) beliau berjanji menaikan kembali menjadi Rp. 1 juta,” kata Susi.

Tak hanya insentif, Susi menjelaskan pihaknya juga mendapat perhatian dari Pemkab Karimun dalam hal peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menyebutkan, selama kepemimpinan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim. Sudah banyak infrastruktur pendidikan yang sudah terbangun.

“Peningkatan kualitas sudah diperhatikan, alhamdulillah sudah banyak bantuan gedung Paud baru hingga ke Dusun-dusun,” jelas Susi.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada pak Bupati dan Wakil Bupati atas perhatiannya kepada kami guru Paud semoga kedepannya bisa terus ditingkatkan,” katanya. (rko)