Gerebek Besar-besaran, Kapolresta Barelang Geram Kembali Tangkap Sejumlah Pengedar Sabu

Barang bukti sabu dari hasil penggerebekan besar-besaran di wilayah hukum Polresta Barelang Batam. (ft humaspolrestabarelang)

Batam, Lendoot.com –  Penggerebekan besar-besaran di sejumlah titik di Simpang DAM Muka Kuning, Kota Batam, menghasilkan polisi kembali berhasil menangkap pelaku pengedar narkoba di wilayah tersebut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho menungkapkan, belum lama ini tepatnya pada 21 dan 22 Oktober 2023, pihaknya kembali berhasil menangkap para  pelaku pengedar narkoba di wilayah tersebut.

Pada 21 Oktober 2023 itu, Satresnarkoba Polresta Barelang meringkus satu pelaku berinisial IC (49) di warung Simpang DAM, Kecamatan Sei Beduk Muka Kuning dengan barang bukti sebungkus kotak rokok, yang didalamnya berisikan sebungkus paket plastik bening terdapat narkotika jenis sabu.

“Pelaku berperan sebagai pengantar paket tersebut ke daerah Botania, dari pengakuan tersangka menerima upah mengantarkan narkoba sabu itu sebesar Rp3 juta,” ungkap Kombes Pol Nugroho.

Penangkapan kedua terjadi, pada 22 Oktober 2023 di lokasi berbeda, yakni di Ruli Simpang DAM, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk. Satresnarkoba Polresta Barelang menangkap pelaku pengedar narkoba berinisial JA (26) dengan barang bkti tiga bungkus paket plastik bening didalam narkotika jenis sabu, satu alat isap dan empat bungkus plastik bening.

“Pelaku berperan sebagai penerima pekerjaan dari A (DPO/daftar pencarian orang) untuk membungkus paket narkotika dan akan menjual ke seputaran Ruli Singpang DAM. Upah yang diterima tersangka sebesar Rp1 juta,” ungkap Nugroho.

Kombes Pol Nugroho mengaku geram, sebab beberapa waktu lalu wilayah tersebut sempat dilakukan penggerebakan besar-besaran oleh pihaknya dan petugas gabungan lainnya, bahkan di wilayah tersebut telah dibangun sejumlah pos pengamanan.

“Sudah kita lakukan penindakan, tertibkan dan sudah kita ratakan tempat tempat yang menjadi selter perjudian dan narkoba ada delapan titik sudah kita ratakan dan sudah kita buat pos pengamanan terpadu. Pada kenyataannya masih adanya praktek narkotika yang terjadi di Simpang DAM,” ujar Nugroho. (rst)