Suasana relawan bekerja di Dumlap, sore tadi. (msarih)

Karimun, Lendoot.com – Membantu korban bencana puting beliung yang terjadi di dua kecamatan (Meral dan Tebing) di Kabupaten Karimun, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Karimun mendirikan Dumlap (Dapur Umum Lapangan).

Lokasi Dumlap berada di Bukit Atas Batu Lipai Baran Atas Kecamatan Meral. Dunlap dirikan setelah lima jam setelah kejadian, atau sekitar pukul 08.00 WIB.

“Dumlap ini langsung kita bangun tak lama setelah kejadian. Kejadiannya kan sekitar pukul 03.00WIB, Tagana sudah di lapangan sekitar jam 04.00. Selang lima jam sudah kita dirikan Dumlap ini,” ujar Ketua Tagana Kabupaten Karimun Deddy Risdianto kepada Lendoot.com di lokasi Dumlap.

Dari awal berdiri bantuan dari pemerintah daerah langsung didatangkan. Terutama bantuan berupa kebutuhan dasar hidup (makanan untuk pagi, siang dan malam).

Selain makanan, terpal plastik pengganti seng rumah warga yang rusak langsung disalurkan. Untuk kebutuhan anak-anak seperti Kids Ware dan makanan anak juga disalurkan.

Selain Tagana, elemen lainnya juga terlibat dalam mengelola Dumlao ini. Di antaranya Forkominda termasuk TNI-Polri, pihak kelurahan dan kecamatan, pilar sosial Tagana, TKSK (Tenaga Sukarelawan Kecamatan), PKH (Program Keluarga Harapan, PSM (pekerja sosial masyarakat, Karang Taruna.

Setelah datang bantuan pemerintah, kemudian menyusul bantuan berupa Sembako datang dari beberapa elemen masyarakat. Ada sejumlah komunitas motor, seperti MACK dan HIB, turut mengulurkan bantuan. Bantuan juga datang dari orang per orang, pengusaha, politisi, calon bupati Karimun dan sejumlah kelompok masyarakat.

“Awalnya, ada bantuan yang disampaikan langsung ke korban. Tapi sekarang sudah terkordinir di Dumlap ini. Sebab relawan sudah didata dan kita berharap bisa lebih terkordinir sesuai kebutuhan korban. Bantuan masyarakat tetap masih dibutuhkan dan bisa disalurkan ke Dumlap ini,” ujar Camat Meral, Herissa Anugerah kepada Lendoot.com di Dumlap tersebut.

Sementara itu data dari Tagana Karimun, tercatat sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) dengan 77 rumah adalah korbannya. Di Harjosari kecamatan Tebing terdapat rusak berat (RB) sebanyak tiga rumah, rusak sedang (RS) sebanyak lima rumah dan rusak ringan tidak ada.

Data korban di tenda Dumlap di Batu Lipai

Kerusakan korban puting beliung terbesar terjadi di Kecamatan Meral. Di antaranya RB sebanyak 20 unit, RS sebanyak 13 unit dan RS sebanyak 36 unit.

Mengenai lamanya Dumlap itu berdiri, Deddy mengatakan tergantung instruksi pimpinan wilayah. “Kalau ikut aturan, ada 3 hari sampai 6 hari, tapi tergantung pimpinan wilayah, kita menunggu instruksi saja dan kondisi terakhir para korban,” jelas Deddy. (msa)