Sejumlah anggota DPRD Karimun saat meninjau lokasi jalan yang ditutup PT TImah Tbk.

Karimun, Lendoot.com – DPRD Kabupaten Karimun meninjau jalan masuk utama menuju Perumahan Mega Sedayu PN yang sempat ditutup oleh PT Timah Tbk, Senin (24/6/2019) siang.

Peninjauan tersebut dilaksanakan setelah masyarakat Perumahan Mega Sedayu PN dan sekitarnya mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Karimun pada Senin pagi.

Terlihat melakukan pemantauan Ketua DPRD Kabupaten Karimun Yusuf Sirat beserta sejumlah anggota DPRD, yang diantaranya Zainuddin, Rasno dan Nyimas Novi Ujiani.

“Kita turun melihat langsung kondisinya. Jalan ini kita lihat juga tidak panjang. Bertepatan dengan fasum lapangan olahraga basket dan tenis,” kata Yusuf Sirat.

Yusuf Sirat yang diwawancarai mengaatakan pihaknya sangat menyayangkan adanya penutupan jalan. Pasalnya, jalan yang ditutup tersebut telah digunakan oleh masyarakat sekitar, jauh sebelum berdirinya perumahan.

“Kita lihat di lapangan ini bukan akses jalan ke Perumahan Mega Sedayu saja tapi juga dari dulu telah digunakan oleh masyarakat lain. Kalau ini memang milik timah, apa sih yang akan dibangun di atas jalan ini,” katanya.

Untuk selanjutnya, lanjut Yusuf Sirat, DPRD Kabupaten Karimun melalui Komisi III akan segera memanggil pihak-pihak terkait. Ia berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Kita akan sampaikan ke direksi bagaimana kondisinya di lapangan. Tidak ada kepentingan-kepentingan di sini, hanya masyarakat membutuhkan jalan ini sebagai akses keluar masuk,” ujarnya.

“Kita harapkan pengembang, PT Timah, masyarakat dan pemerintah yang mengeluarkan izin pembangunan ini agar duduk bersama. Kita duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Zainudin Ahmad. Ia berharap pihak PT Timah dapat legowo memberikan akses jalan buat masyarakat tersebut.

“Saya harapkan direksinya harus legowo. Kasihlah, karena ini untuk kepentingan umum. Karena saya dulu juga tinggal di sini, sejarahnya jalan ini kan memang sudah ada dari dulu. Sebelum ada perumahan dan terjadi masalah ini, orang-orang dari Pamak yang mau ke rumah sakit atau kemana-mana lewat sini,” paparnya.

Ketua Fraksi Gerindra tersebut juga merasa ada oknum atau pihak yang tidak bertanggungjawab di belakang penutupan jalan dari arah Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) itu.

“Gak usah macam-macam lah ini juga saya rasa ada indikasi pihak ketiga, tapi gak perlu kita bicarakan. Saya harapkan PT Timah jangan istilah mau ditutup karena ini untuk masyarakat banyak,” ujarnya. (riandi)