Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi. Foto : Dok Lendoot.com.

Karimun, Lendoot.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mencatat angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) alami sedikit peningkatan di triwulan I tahun 2020.

Pada tahun 2020, Dinkes mencatat pada triwulan I sebanyak 114 kasus ditemukan dengan 1 orang diantaranya meninggal dunia. Dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama, kasus DBD di Karimun baru menyentuh 101 kasus dengan jumlah meninggal dunia nihil.

Satu orang pasien peninggal dunia itu, yakni anak berusia di bawah umur sekitar 11 tahun warga Kecamatan Tebing.

“Iya, satu orang meninggal dunia akibat DBD, anak usia sekitar 11 tahun, warga Kecamatan Tebing, meninggal sekitar akhir Mei kemarin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi, Senin (22/6/2020).

Ia mengatakan, 114 kasus ditemukan pada tahun 2020 tersebar di 12 kecamatan wilayah Kabupaten Karimun. Kasus terbanyak dijumpai di Kecamatan Meral 28 kasus, kemudian di Kecamatan Kundur sebanyak 27 kasus.

Rahmadi mengatakan, dua kecamatan tersebut sekitar dua tahun terakhir tergolong daerah dengan tingkat kaus DBD cukup tinggi di Kabupaten Karimun.

“Meral dan Kundur tergolong daerah rawan memang. Kundur itu dua tahun terakhir tinggi, di sekitar kota Tanjung Batu,” kata Rahmadi.

Selain 2 Kecamatan itu, kasus DBD ditemukan di kecamatan Tebing dengan 17 kasus, Kecamatan Karimun 16 kasus, Meral Barat 12 Kasus, Kecamatan Kundur Utara 9 kasus, Kundur Barat 3 Kasus, Kecamatan Buru dan Ungar masing-masing 1 kasus.

Sementara kecamatan lainnya nihil yakni Belat, Moro dan Durai.

Rachmadi mengatakan, meski ditemukan kenaikan, Kabupaten Karimun belum dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Pada tahun 2019 lalu, jumlah kasus DBD di Kabupaten Karimun mencapai 234 kasus. Jadi masih belum (KLB),” katanya.

Rahmadi mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas setempat.

“Masalah kesehatan itu tanggungjawab kita bersama, kalau masyarakatnya cuek, ya susah juga. Kita sangat mengimbau masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup 3 M,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran hidup bersih.

“Jadi dengan menerapkan hidup bersih, penyakit seperti DBD juga dapat kita tekan bersama,” katanya.

(rk)