Bupati dan Wakil Bupati Aunur Rafiq saat mengikuti tes kesehatan, bebereapa waktu lalu/ (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Bupati dan Wakil Bupati Karimun gagal menerima vaksin Covid-19 tahap pertama yang akan berlangsung pada 30 Januari mendatang.

Batalnya, orang nomor 1 di Karimun itu menerima vaksin, karena kondisi kesehatan Rafiq yang tidak memungkinkan untuk disuntik vaksin Covid-19.

Aunur Rafiq menyampaikan bahwa, dirinya tidak memenuhi persyaratan menerima vaksin Covid-19 atau termasuk ke dalam kelompok yang tidak boleh divaksin.

Rafiq mengaku memiliki riwayat penyakit hipertensi, sehingga tidak diizinkan untuk menerima vaksin suntikan Covid-19 tersebut.

“Karena hipertensi untuk tahap ini saya tidak bisa. Karena berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk umur 18 sampai 59 tahun tidak bisa. Untuk tekanan darah lebih dari 140/90 tidak,” kata Rafiq dalam acara serah terima vaksin di Gedung Nasional Kabupaten Karimun, Selasa (26/1/2021) kemarin.

Rafiq juga mengatakan, bukan hanya dirinya, tetapi sejumlah pejabat Pemkab Karimun juga tidak menerima vaksin tahap pertama.

“Saya tidak bisa, pak Wabup, pak sekda dan asisten 1 dan Asistan II Sekdakab Karimun juga tidak bisa,” katanya.

Rafiq berpesan kepada pejabat yang lain yang kondisinya tidak termasuk ke dalam kelompok tidak bisa divaksin, Rafiq mengimbau untuk tetap menjalani penyuntikan vaksin.

“Mungkin Asisten III bisa,” ujar Rafiq.

Diketahui berdasarkan petunjuk teknis (juknis) resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ada belasan kelompok yang tidak boleh divaksin Covid-19, yaitu;

  1. Terkonfirmasi Covid-19
  2. Ibu hamil dan menyusui
  3. Mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir
  4. Anggota keluarga serumah yang kontak erat, konfirmasi, sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19
  5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)
  6. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
  7. Mengidap penyakit jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner
  8. Mengidap penyakit autoimun sistemik seperti SLE, lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya
  9. Mengidap penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kronis, sedang menjalani hemodialisis atau dialisis peritoneal, transplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan kortikosteroid.
  10. Mengidap penyakit rematik autoimun atau rheumatoid arthritis.
  11. Sistem pencernaan saluran pencernaan.
  12. Mengidap penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.
  13. Mengidap penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.
  14. Mengidap penyakit diabetes melitus.
  15. Mengidap HIV (human immunodeficiency virus)
  16. Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. (rko)