Batam, Lendoot.com – Makin tingginya jumlah penduduk, maka beban kebutuhan listrik di Kota Batam terus mengalami peningkatan.
Pengelola listrik di Kota Batam, bright PLN Batam mengantisipasinya dengan menekankan komitmen menambah pasokan listrik lebih banyak lagi di Kota Batam.
Untuk merealisasikannya, pihak bright PLN akan segera menggelar rapat terkait tambahan pasokan pembangkit listrik ini.
“Kemungkinanan baru akan berjalan di 2023 kapasitas lebih besar lagi. Saat ini PLN sudah sepakat ke energi terbarukan energi bersih, dari gas,” ujar Direktur Operasi Bright PLN Batam, Edyansyah.
Untuk saat ini, penambahan daya yang mau relokasi enegeri primer hanya dari gas saja. Jadi ke depan, bright PLN kita lagi mengambil PLTU atau berbahan bakar batu bara.
“Kita tak ada program ke batu bara. Penambahan pembangkit PLTG sebanyak 3×25 MW. Jadi total 75MW. September 25 MW, Desember atau Januari 25 MW, 25 lagi sedang proses penyelesaian,” paparnya.
Diakuinya beban puncak PLN di Batam tahun 2019 hanya sekitar 457 Mega Watt (MW), kemudian naik 465 MW pada 2020, dan 480 MW pada 2021. Rata-rata naik 10 sampai 15 Mega Watt,
“Tapi tahun 2022 proyeksi awal di RKAP hanya 520 beban puncaknya. Belum akhir tahun kita sudah sampai 530 MW,” kata dia.
Edyansyah mengaku peningkatan tersebut disebabkan animo perekonomian di Batam yang kembali bangkit.
“Kita tak bisa mengerem juga animo untuk perekonomian ini. Kita harus support, dengan otomatis melakukan review kebijakan. Sekarang sudah sampai 530 mungkin jadinya nanti 570 MW,” katanya dikutip dari salah satu media online ini.
Tren kenaikan akan terjadi karena keberhasilan pemerintah menangani Covid-19, sehingga investor tertarik untuk investasi di sini.
“Sehingga kita tak bisa pakai perhitungan normal, harus out of the box. Kita juga akan mengproyeksikan tambahan lagi pembangkit dengan akan melakukan relokasi sumatra dari paya selincah,” pungkasnya. (ddh)




