Karimun, Lendoot.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun siap menyelenggarakan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020) mulai 15 Febuari mendatang.

Sensus Penduduk 2020 akan dilaksanakan dalam dua periode yakni pada periode pertama, sensus akan dilakukan secara online dari 15 Febuari hingga 31 Maret. Sementara periode kedua dilakukan verifikasi dan pencacahan lapangan yang akan dilaksanakan 1- 31 Juli 2020.

Kepala BPS Karimun Nurul Choiriyati menjelaskan, Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan pendataan penduduk/warga secara menyeluruh yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data penduduk yang dikumpulkan nantinya dijamin keamanan dan kerahasiaannya oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“SP2020 ini bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, persebaran, dan karakteristik penduduk Indonesia, sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintah,” jelas Nurul, Rabu (5/1/2020).

Ia mengatakan, pada pelaksanaan SP2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaruan metode dibandingkan enam sensus penduduk sebelumnya.

SP2020 akan menggunakan metode kombinasi, yaitu memanfaatkan data administrasi kependudukan (adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sebagai data dasar untuk pendataan penduduk secara lengkap dan memanfaatkan berbagai jenis pengumpulan data yang menggunakan gadget.

“Inovasi ini dilakukan untuk menghadapi tantangan dinamika kependudukan yang terjadi selama 10 tahun terakhir,” katanya.

Nurul mengatakan, Sensus Penduduk 2020 akan dilaksanakan dalam dua periode, dimana Periode pertama Sensus Penduduk dibuka secara online, dan Periode kedua yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan.

“Untuk periode pertama seluruh Penduduk Indonesia dapat secara aktif mengisikan data kependudukannya secara mandiri. Pengisian data itu bisa dilakukan melalui halaman website sensus.bps.go.id pada 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020,” katanya.

Lanjutnya, sementara pada periode kedua yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 31 Juli 2020.

Nurul juga mengatakan, pada kegiatan verifikasi lapangan, petugas sensus akan melakukan pengecekan keberadaan penduduk berdasarkan daftar penduduk, pengecekan ke lapangan, dan penyisiran bersama ketua/ pengurus satuan lingkungan setempat. Sementara pada tahap pencacahan, petugas sensus mendata penduduk yang belum melakukan Sensus Penduduk Online.

Menurutnya, Hasil Sensus Penduduk ini akan dijadikan dasar perumusan kebijakan pemerintah untuk perencanaan pembangunan. Dengan mengetahui jumlah penduduk suatu wilayah berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur, pendidikan yang ditamatkan, maka pemerintah baik Pusat maupun Daerah bisa memperoleh gambaran tentang kebutuhan suatu wilayah.

“Setelah hasil akhir SP2020 ini keluar, data hasil tersebut dapat digunakan oleh pemerintah sebagai dasar perencanaan pembangunan didalam menentukan kebijakan serta keputusan yang lebih tepat sasaran untuk diimplementasi kepada masyarakat. Misalkan untuk menentukan apabila wilayah tersebut perlu membangun atau menambah fasilitas publik (sekolah, rumah sakit), dan infrastruktur (jalan, jembatan),” katanya.

Nurul mengatakan, pelaksanaan SP2020 ini sangat membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama aparat pemerintah wilayah administrasi terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kunci sukses penyelenggaraan SP2020 adalah koordinasi intensif dengan setiap Kementerian/Lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah, serta jajaran pemerintahan pusat dan daerah,” katanya.

Ia berharap, seluruh masyarakat dapat berperan dalam mengikuti Sensus Penduduk Online serta dapat membantu menyebarkan dan mengajak penduduk untuk aktif mengisi Sensus Penduduk Online.

“Harapan saya agar kita semua sebagai Warga Negara Indonesia, dapat berpartisipasi secara aktif dan mendukung sepenuhnya kegiatan Sensus Penduduk 2020 demi kemajuan negara kita Indonesia,” katanya. (rk)