Karimun, Lendoot.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun merehabilitasi sebanyak 67 orang penyalahgunaan atau pecandu narkotika selama tahun 2019.

Kepala BNNK Karimun Ahmad Sholeh mengatakan, dari 67 data klien rehabilitasi penyalahgunaan atau pecandu narkotika BNNK Karimun, 11 diantaranya dirawat inap dan 56 lainnya menjalani rawat jalan.

“Rehabilitasi penyalahgunaan atau pecandu narkotika mencapai target yaitu sebanyak 67. 11 dirawat jalan dan 56 dilakukan rawat inap,” katanya.

Sholeh mengatakan, untuk 11 klien dilakukan rawat inap di luar kota. 10 dirawat inap di Loka rehabilitasi BNN Batam dan 1 dirawat di Balai besar rehabilitasi BNN Kota Bogor. Sedangkan 56 lainnya di rawat jalan di Karimun dan 1 di rawat di klinik pratama BNNP Aceh.

“30 dirawat jalan di klinik pratama BNNK Karimun, 5 di RSUD Muhammad Sani, 5 di Puskesmas Tanjung batu Kundur, 1 di kirim ke klinik pratama BNNP Aceh dan 10 di RS. Bakti Timah Karimun, 1 di klinik kimia Farma no.300 Kolong Karimun,” katanya.

Sholeh menjelaskan, rawat inap dan rawat jalan itu berdasarkan hasil asesmen, apakah klien pecandu berat atau pemula. Jika pecandu berat maka harus dirawat inap, sedangkan klien pemula dilakukan rawat jalan.

“Yang dirawat inap itu kita anggap kronis alias pecandu berat. Untuk pencegahan kita sudah sering lakukan berdasarkan peraturan Bupati tahun 2018 no 48 tentang kurikulum P4GN di Sekolah khususnya di SMP.

“Penggunaan terbanyak di daerah Karimun dan didominasi jenis narkoba yang banyak dipakai jenis sabu-sabu dan pil ekstasi. Kita mengharapkan kesadaran masyarakat untuk datanglah,” tambahnya. (Riandi)