Batam, Lendoot.com – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam bekerjasama dengan berbagai stakeholder di pelabuhan internasional dalam meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional guna mencegah masuknya wabah Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet.
Kami telah memperkuat koordinasi untuk memastikan deteksi dini dan penanganan kasus Mpox,” kata Kepala KKP Kelas I Batam, Ahmad Hidayat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperketat skrining kesehatan terhadap penumpang yang datang dari luar negeri melalui penggunaan thermal scanner dan SSHP.
Data Kemenkes RI sejak 2023 hingga Agustus 2024, total jumlah kasus Mpox di Indonesia telah mencapai 88 orang. Kasus tertinggi Mpox di Indonesia terjadi pada 2023, yakni sebanyak 73 pasien terkonfirmasi. Sementara itu pada 2024, jumlah yang terkonfirmasi adalah 14 kasus.
“Sejak Mpox ditetapkan kembali sebagai PHEIC oleh WHO, belum ada kasus yang ditemukan di Batam. Namun, kami tetap waspada dan meningkatkan langkah-langkah pengawasan di berbagai sektor,” ujar Kepala KKP Kelas I Batam Ahmad Hidayat kepada wartawan, kemarin.
Batam memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional untuk mencegah masuknya virus cacar monyet (Mpox). Langkah ini diambil menyusul peningkatan kasus Mpox di Indonesia pada 2023.
Ahmad Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat. “Kami telah meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, termasuk penggunaan thermal scanner dan penerapan SSHP,” tambahnya.
KKP Batam juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Batam, rumah sakit, dan laboratorium untuk mendeteksi dini kasus Mpox. “Kami berharap dengan upaya bersama ini, Batam tetap aman dari ancaman virus cacar monyet,” tambah Ahmad. (rst)




