Anak Dikeroyok Oknum Polisi dan Guru, Orangtua Ogah Damai dan Minta Pelaku Dihukum Berat

Karimun, Lendoot.com – Pengeroyokan terhadap seorang pemuda berinisal MJ (21) warga Karimun, Provinsi Kepri berbuntut panjang.

MJ mengaku dikeroyok oleh dua orang lelaki. Diduga pemicunya karena masalah wanita. Salah satu pelaku (diduga oknum polisi, red) dikabarkan mantan pacar wanita tersebut. Sementara korban merupakan pacar wanita itu saat ini.

 “Pelakunya dua orang, oknum polisi dan oknum guru,” kata MJ kepada wartawan, Rabu (25/9/2024).

Korban menceritakan, pengeroyokan yang dialaminya terjadi, akhir pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketika dalam perjalanan pulang menuju ke tempat kerjanya, korban mengaku dicegat oknum polisi bersama wanita tersebut di Lubuk Semut. Kemudian korban dipaksa ikut ke rumah wanita tersebut di Paya Manggis.

Karena alasan mau bekerja, korban menolaknya. Mereka pun berpisah. Setelah absensi, kemudian korban mendatangi rumah si wanita tersebut.

 “Baru sampai di dalam rumah saat mau menyalami wanita, tiba-tiba (oknum guru, red) langsung menampar saya. Oknum polisi memukulkan pot bunga ke kepala saye, dan abang perempuan mendorong kepala saya ke ujung kursi,” kata korban.

Berulang kali dirinya mengaku dipukul oknum polisi dan oknum guru tersebut. “Saya sempat pitam, tapi saya dengan sekuat tenaga untuk bangkit,” tambahnya.

Korban menyebutkan tidak bisa kabur setelah mendapat kekerasan, karena kunci sepeda motornya diambil oknum polisi tersebut. Warga yang mengetahui kejadian langsung beramai-ramai berdatangan dan melerainya.

Setelab situasi mulai mereda, abang perempuan meminta korban membuat video klarifikasi bahwa korban tidak akan melaporkan kejadian yang berlaku tersebut ke polisi.

“Karena di bawah tekanan, saya terpaksa mengikuti permintaan mereka. Setelah itu barulah saya diizinkan pulang. Sesampai di rumah, langsung melaporkan ke orang tua kejadian yang saya alami,” ucap korban.

Korban menyampaikan, hasil visum terdapat lebam di bagian kepalanya, jidat kiri, bibir pecah, hidung lecet dan bekas cekikan di lehernya. “Dari lubuk hati saya paling dalam, tidak ada kata berdamai. Soalnya saya sudah dikeroyok. Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Orang tua korban setelah mendengar cerita dari anaknya, pada hari yang sama ke Mapolres Karimun untuk membuat laporan. “Mereka tidak ada etika, saya tempuh jalur hukum,” tegas Opok panggilan akrabnya.

Orangtua menegaskan lagi, tidak ada niat untuk berdamai dengan kedua oknum yang telah mengeroyok anak kesayangannya. “Ini nyawa, harusnya mereka berpikir dulu. Apalagi salah satu pelakunya seorang penegak hukum, harusnya dia berpikir jauh,” ujarnya. (msa)