Kelelawar buah yang menjadi inang virus Nipah bisa menjadi ancaman pandemi baru yang lebih ganas. /*/pixabay

Jakarta – Belum lama ini Virus Nipah  disebut-sebut karena dikhawatirkan oleh ilmuwan jadi ancaman pandemi baru di Asia. Seorang ahli virus asal Thailand di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centre saat ini tengah mempelajari soal seberapa besar potensi Virus Nipah yang jadi pandemi berikutnya di Asia.

Dari hasil analisa sampel spesies termasuk pada kelelawar, ditemukan hewan tersebut memicu ancaman pandemi baru seperti Virus Corona, yaitu Virus Nipah. Tingkat kematian Virus Nipah ini pun dilaporkan cukup tinggi berkisar 40 hingga 75 persen.

“Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini,” jelasnya dikutip dari BBC.

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut beberapa hal yang perlu diketahui soal Virus Nipah yang dikutip dari berbagai sumber.

  1. Bagaimana asal-usul nama Virus Nipah?

Asal-usul untuk nama Virus Nipah diambil dari kasus pertama di Malaysia 1998 lalu. Virus yang ditularkan oleh kelelawar ini ditemukan di Kampung Sungai Nipah, Malaysia.

Virus Nipah merupakan jenis virus RNA dan merupakan bagian dari keluarga Paramyxoviridae, salah satu patogen penyakit zoonotik (bersumber dari hewan) yang cukup berbahaya. Penyakit ini juga mudah menular hewan ke hewan, terutama pada babi di peternakan. Kontak dengan babi yang terpapar penyakit ini dari kelelawar juga bisa menyebabkan infeksi.

  1. Bagaimana gejala Virus Nipah?

Wabah Virus Nipah sudah pernah terjadi di Malaysia pada tahun 1998, dan di India 2018 silam. Dikutip dari laman WHO, wabah ini sempat menyebar juga ke Singapura dan setidaknya 100 orang dinyatakan meninggal dunia.

Gejala Virus Nipah pada umumnya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Ada gejala awal yang muncul yakni demam dan sakit kepala, yang bisa berlangsung selama 3 hingga 14 hari.

Namun, dalam beberapa kasus gejala Virus Nipah ini bisa memburuk hingga pasien mengalami koma dalam rentang waktu sekitar 24 hingga 48 jam.

Berikut ini gejala Virus Nipah, dikutip dari laman resmi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (AS).

Gejala ringan:

Demam

Sakit kepala

Batuk

Sakit tenggorokan

Sulit bernapas

Muntah

Gejala parah:

Disorientasi, mengantuk, atau kebingungan

Kejang

Koma

Pembengkakan otak (ensefalitis)

Kematian

  1. Bagaimana penularan Virus Nipah?

CDC menyebut seseorang bisa tertular Virus Nipah dari cairan seperti urin, darah, dan air liur hewan yang terinfeksi Virus Nipah. Selain itu, ada kemungkinan penularan Virus Nipah terjadi juga antarmanusia seperti kasus yang dilaporkan antara keluarga dan perawat pasien yang terpapar.

“Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi, atau cairan tubuh mereka,” tulis laman CDC.

Virus Nipah pun juga bisa ditularkan dari makanan yang terkontaminasi oleh cairan hewan yang terinfeksi. Seperti kurma atau buah-buahan yang terkena air liur atau air seni kelelawar pembawa Virus Nipah.

“Beberapa kasus infeksi NiV juga dilaporkan terjadi pada orang yang memanjat pohon tempat kelelawar sering bertengger,” ujar CDC.

Bagaimana cara mencegah Virus Nipah? Simak lebih lengkap di halaman berikutnya.

4. Virus Nipah belum ada obatnya

Hingga saat ini, masih belum ada obat resmi yang spesifik ditujukan untuk seseorang yang terpapar Virus Nipah. Selama ini perawatan pada pasien hanya meredakan gejala yang muncul.

You may also like

Meski begitu, menurut CDC, perawatan imunoterapi saat ini tengah dikembangkan dan dievaluasi untuk pengobatan pasien Virus Nipah. Selain itu, remdesivir juga disebut memiliki kemungkinan yang efektif bekerja pada pasien Virus Nipah, dan dilengkapi dengan pengobatan imunoterapi.

 

Obat ribavirin juga digunakan untuk mengobati sejumlah kecil pasien pada awal Virus Nipah menyebar di Malaysia, tetapi seberapa manjur obat tersebut masih belum jelas.

5, Bagaimana cara cegah Virus Nipah?

Tidak jauh berbeda dengan cara mencegah tertular COVID-19, CDC pun menyarankan sebisa mungkin untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air. Namun, ada beberapa cara pencegahan spesifik yang perlu dilakukan seperti berikut.

– Cuci tangan teratur dengan sabun dan air
– Menghindari kontak dengan kelelawar atau babi yang sakit
– Menghindari area tempat kelelawar biasanya bertengger
– Hindari konsumsi kurma mentah
– Hindari konsumsi buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar
– Hindari kontak dengan darah atau cairan tubuh siapa pun yang diketahui terinfeksi NiV (Virus Nipah). (*)

Detikhealth