Karimun, Lendoot.com – Sepanjang tahun 2019, sedikitnya 402 orang istri gugat cerai suami. Penyebab gugatan perceraian itu didominasi hal ghaib atau salah satu pihak meninggalkan pergi.

Hal itu diketahui berdasarkan data Pengadilan Agama Kabupaten Karimun tahun 2019 yang disampaikan Staf pada Layanan Penyerahan Produk PA Karimun, Nor Rofil S Sy, Senin (6/1/2020).

Ia mengatakan, pada tahun 2019 total perkara perceraian yang diterima PA Karimun berjumlah 511 perkara. Jumlah itu naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 502 perkara.

“Dari 511 perkara itu hanya 445 perkara diputus cerai atau dikabulkan. Sisanya 66 perkara dicabut kembali sama pemohon dan permohonan ditolak majelis,” kata Nor Rofil.

Ia menyebutkan, dari 511 perkara itu, sebanyak 402 perkara cerai atas permintaan istri. Sedangkan suami yang minta cerai sebanyak 109 perkara.

“Dari 402 perkara cerai itu yang diajukan istri, 348 perkara diantaranya dikabulkan oleh hakim. Sebaliknya untuk cerai diajukan suami itu ada 97 yang disetujui,” katanya.

Nor Rofil menjelaskan, penyeban perceraian didominasi oleh alasan ghoib atau salah satu pihak suami atau istri pergi atau tidak diketahui keberadaannya.

“Itu ada 22 kasus, sementara penyebab terbanyak kedua itu disebabkan adanya perselisihan dan pertengkaran. Dan ketiga dikarena faktor ekonomi yakni sebanyak 5 kasus,” sebutnya.

Berdasarkan data PA Karimun, rata-rata usia pernikahan pasangan suami-istri yang akhirnya memutuskan untuk bercerai adalah 10 tahun. (ricky robiansyah)