Karimun, Lendoot.com – Harga bahan pokok jenis cabai merah merangkak naik usai Natal dan Tahun Baru 2020. Kenaikan itu disebabkan menipisnya ketersediaan stok Cabai, akibat ternganggunya pasokan dari Jawa dan Sumatera.

Kenaikan harga komoditas dapur jenis cabai merah itu terjadi sejak Selasa (31/12/2019) kemarin. Bahkan, kenaikan harga itu mencapai 100 persen.

“Sudah dari kemarin, karena stoknya sedikit, sementara permintaan banyak. Kita belum tau kapan pasokan akan masuk lagi,” kata seorang pedagang di pasar Puan Maimun, Kamis (2/1/2020).

Sebelumnya, harga kenaikan Cabai, harga telur juga sempat naik menjelang tahun baru kemarin. Namun, kenaikan itu belum terlalu signifikan.

Terjadinya kenaikan harga bahan pokok itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli.

Menurutnya, kenaikan itu dipengaruhi oleh libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020. Namun, diprediksikan pasokan kebutuhan bahan pokok jenis cabai itu akan kembali normal dalam tiga hari kedepan.

“Iya naik sejak kemarin untuk jenis Cabai Merah. Kenaikan capai 100 persen dari harga sebelumnya Rp 30 ribu, sekarang menjadi Rp 60 ribu perkilogramnya,” kata Yosli.

Ia menyebutkan, prediksi pasokan akan kembali normal pada Sabtu (4/1/2020) mendatang. Dan diharapkan, stok kebutuhan pokok itu akan berjalan lancar menjelang hari raya imlek.

“Tiga hari lagi mudah-mudahan normal. Ini juga mau Imlek, harapan kita stok akan lancar,” katanya.

Ia berharap distributor dapat menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok, sehingga tidak terjadi kenaikan dan mengakibatkan kelangkaan stok.

“Kalau pasar, permintaan banyak tapi barang sedikit pasti harganya naik dan kalau permintaan sedikit, barangnya banyak pasti harganya turun,” katanya. (ricky robiansyah)