Foto saat petugas membawa jenazah kasus Covid-19. foto hanya ilustrasi. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Kekhawatiran masyarakat datang ke TPS mendekati kenyataan. Sebanyak 15 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Karimun dinyatakan reaktif Covid-19 saat rapid tes.

Belasan petugas penyelenggara pemilu itu saat ini dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan untuk memastikan tidak terpapar virus corona.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun Eko Purwandoko mengatakan, petugas KPPS yang reaktif Covid-19 itu ditemukan saat pihaknya melakukan pemeriksaan rapid tes secara bertahap kepada seluruh anggota KPPS sebelum penyelenggaraan pemilu.

“Sampai saat ini proses rapid test masih berjalan dan akan selesai menjeĺang pelaksanaan Pilkada mendatang. Dari hasil rapid test, ada sebanyak 15 orang petugas ditemukan reaktif,” kata Eko, Selasa (30/11/2020) siang.

Ia mengatakan, petugas KPPS yang reaktif Covid-19 itu antara lain 13 orang berada di Kecamatan Karimun dan 2 orang di Kecamatan Durai.

“Ada 13 orang di Karimun reaktif, sementara dua lagi petugas di Durai,” katanya.

Eko mengatakan, terhadap petugas KPPS yang reaktif Covid-19, srlanjutnya akan dilakukan uji swab untuk memastikan benar atau tidaknya terpapar Covid-19.

“Kita sudah koordinasi bersama Gugus Tugas, untuk selanjutnya akan dilakukan uji swab. Kita juga meminta mereka dapat memprioritaskan hasil swab petugas KPPS ini, agar sebelum Pilkada sudah diketahui,” katanya.

Apabila nanti, kata Eko, terdapat petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya akan langsung melakukan pergantian terhadap yang bersangkutan. Saat ini, petugas penganti telah disiapkan pihaknya.

“Ada petugas cadangan,” ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya menjamin pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu  harapannya, tidak adanya klaster baru dalam pelaksanaan mendatang.

“Kita minta masyarakat untuk tidak khawatir. Intinya, sama- sama kita menjalankan protokol kesehatan dan berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020,” katanya. (rko)