Lingga – Harapan warga Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, untuk menikmati layanan listrik 24 jam kini memasuki babak baru. Setelah sekian lama menanti, proses realisasi penyaluran listrik dari PLN saat ini sedang dalam tahap pengurusan perizinan di tingkat kementerian.
Selama ini, masyarakat di salah satu pulau di Kabupaten Lingga tersebut harus bertahan dengan keterbatasan energi. Mereka hanya bisa menikmati aliran listrik selama lima jam dalam sehari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.
Kebutuhan listrik warga saat ini sepenuhnya bergantung pada mesin diesel milik Pemerintah Desa. Namun, operasional mesin tersebut menuntut biaya yang tidak sedikit.
Masyarakat harus menanggung biaya bahan bakar secara swadaya agar lampu tetap menyala di malam hari. Selain itu, Pemerintah Desa juga dibebani biaya perawatan rutin mesin setiap bulannya agar tidak mengalami kerusakan fatal.
Kepala ULP PLN Dabo Singkep, Suheri, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk merealisasikan layanan listrik 24 jam bagi warga Pulau Lalang. Saat ini, fokus utama adalah pada kesiapan anggaran dan legalitas perizinan.
“Saat ini kita masih melakukan persiapan untuk anggaran dan perizinan bang. Informasi dari Tanjungpinang untuk progres perizinan sudah masuk ke kementerian bang,” kata Suheri, belum lama ini.
PLN juga telah mengamankan lokasi pembangunan pembangkit listrik. Pemerintah Desa Pulau Lalang memberikan hibah lahan untuk mendukung proyek tersebut.
“Untuk lokasi pembangunan pembangkit nanti kita mendapatkan hibah lahan dari pihak Desa,” ujarnya.
Suheri menegaskan, ketersediaan lahan menjadi modal penting percepatan pembangunan. PLN kini menunggu penyelesaian seluruh proses administrasi.
“Setelah izin resmi terbit, PLN akan langsung masuk ke tahap kontrak pelaksanaan pembangunan. Pihaknya menargetkan proyek dapat direalisasikan dalam tahun ini,” tuturnya.
Warga Pulau Lalang berharap listrik 24 jam segera terwujud untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Listrik penuh dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi pulau terluar di Kabupaten Lingga. (wan)




