Karimun, Lendoot.com – Rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Karimun secara umum berlangsung lancar dan meriah. Meski sedikit ada kekurangan panitia penyelenggara, namun masih dapat dimaklumi karena rata-rata masyarakat merasa terpuaskan.
Satu hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Karimun, agar fasilitas yang cukup krusial seperti ketersediaan water closet (WC) masih sangat kurang.
Seperti terlihat saat penyelenggaraan fun walk, Minggu (16/10/2022), ribuan peserta fun walk hadir ke lokasi acara di Coastal Area tersebut.
Satu hal yang terlihat tidak nyaman bagi pengunjung Coastal Area adalah ketersediaan WC yang terlihat hanya satu yang dibuka di bawah panggung Puteri Kemuning.
Beberapa warga terlihat tak nyaman mengantre di satu pintu WC di Costal Area Karimun, tempat digelarnya acara.
Saat mau buang air besar maupun kecil, WC yang ada di lokasi acara itu hanya ada satu saja yang bergfungsi, sehingga antrian panjang terlihat dan tampa tidak sedap dipandang mata pengunjung lainnya.
Seorang warga kepada Lendoot.com mengaku, terpaksa harus buang air kecil di satu WC yang tidak tersedia airnya. “Sudah tak tahan bang, terpaksa buang air kecilnya di WC yang tak ada airnya. Itupun bau minta ampun,” ujar warga.
Warga lainnya merasa kecewa karena tingginya angka pengunjung tidak diimbangi dengan fasilitas WC yang memadai. “Yang di bawah panggung itu dibuka cuman satu, itupun airnya tak lancar. Harapan kami, kalau ada acara ramai seperti ini lagi, panitia siapkan juga fasilitasnya,” ujar warga lainnya.
Sebenarnya di Hall A ada beberapa fasilitas WC yang bisa digunakan para pengunjung, namun ketersediaan air yang kurang dan sebagian juga tutup, maka terpaksa pengunjung mendatangi satu WC yang tersedia airnya, yang di bawah Panggung Puteri Kemuning.
“Kalau ada hajatan besar seperti ini, sepatutnya pemerintah daerah menyediakan fasilitas kamar mandi atau WC yang memadai. Kalau tidak cukup tersedia di Coastal Area ini, bangun lah lagi. Atau siapkanlah WC portabel gitu,” ujar seorang warga lainnya.
Warga lainnya menyindir bahwa, slogan Enjoy Karimun itu bisa cuma isapan jempol belaka ketika kenyamanan pengunjung tidak tercapai. “Untungnya bukan wisatawan asing yang banyak datang, kalau wisatawan yang datang, pasti kecewa. Hilang itu slogan Enjoy Karimun,” kritiknya. (msa)




