Salah satu sudut kantor Imigrasi Karimun tempat pengurusan Paspor. (ami)

Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Karimun, Kepulauan Riau mendapat sorotan terkait adanya dugaan seorang pegawainya yang mempersulit warga saat pengurusan paspor.

Dugaan ini terkuak  dari seorang warga di Kelurahan Seilakam Barat, Kecamatan Karimun, Robi yang mendatangi Kantor Imigrasi Karimun, kemarin.

Robi datang untuk memperpanjang atau mengganti paspornya yang sudah habis masa berlakunya.

Robi mengaku mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari seorang pria yang diketahuis ebagai pegawai Imigrasi . Pegawai  itu, kata Robi, mengatakan kepadanya bahwa saat ini pengurusan paspor tidak perlu lagi pakai prosedur.

Kepada sejumlah wartawan, Robi menjelaskan ciri-ciri oknum pegawai Imigrasi tersebut memiliki postur tubuh tinggi, agak kurus, dan rambut pendek.

Namun, Robi tidak bisa menggambarkan wajah oknum itu secara jelas, karena yang bersangkutan memakai masker, yang terlihat hanya alis dan matanya saja.

“Saya sampaikan ke petugas itu, saya mau mengurus paspor. Dia bilang tidak bisa. Terus katanya kalaupun bisa harus bayar mahal. Dia bilang mengurus paspor tidak pakai prosedur lagi,” jelas Robi.

Ternyata kasus dugaan pegawai ini melakukan tindakan melawan hukum bukan terjadi pada Robi saja. Pasalnya, kejadian serupa dan lebih parah juga pernah dialami warga Desa Penarah, Kecamatan Belat

Salah seorang warga Desa Penarah, Rahman menyampaikan, hampir merata masyarakat di Desa Penarah dan Pulau Belat pada umumnya dipersulit dalam pengurusan paspor.

“Saat kami datang ke Kantor Imigrasi Karimun, petugasnya langsung menolak. Petugas baru bersedia membantu ketika warga membayar dengan harga yang cukup mahal,” ujar Rahman.

Rahman menambahkan, biaya yang diminta oleh oknum petugas Imigrasi itu mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

“Bagi kami warga yang tinggal di pulau, biaya pengurusan paspor segitu tentu saja besar. Belum lagi biaya kami menginap di Karimun,” katanya.

Hal ini tentu berbanding jauh dengan biaya pengurusan paspor resmi yang berkisar hanya Rp350 ribu saja untuk biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian pada Seksi Tikkim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Alfiandri mengaku pernah mendapat laporan serupa.

Hanya saja, laporan itu tidak dibarengi dengan warga yang mengurus perpanjangan atau mengganti paspor.

“Sebelumnya, saya juga sudah pernah menerima laporan yang hampir sama seperti ini, tapi hanya cerita saja, orangnya kan gak pernah ada. Kalau dapat yang bersangkutan datang ke sini,” kata Alfiandri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. (ami)