Batam, Lendoot.com – Sejumlah warga di Batuaji Batam mengaku mengalami gatal-gatal di tubuhnya diduga akibat debu sisa olahan polyvinyl chloride (PVC), yang terbang ditiup angin dari perusahaan ke pemukiman warga, belum lama ini.
Debu sisa olahan polyvinyl chloride (PVC) diduga berasal dari salah satu perusahaan di kawasan Latrade Industrial Tanjunguncang Resahkan warga Rt02/Rw16, kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Kejadian tersebut dirasakan warga sudah dua tahun terakhir dan paling parah dua bulan belakangan. “Disini sering kalau angin dari berhembus dari kawasan ke pemukiman debunya selalu terbawa,” kata seorang warga, Evi.
Yang paling parah, tambahnya, dua bulan terakhir debunya cukup banyak, jadi warga sudah mulai banyak yang gatal-gatal dan batuk-batuk. “Kita sangat resah lah apalagi dua bulan terakhir ini debunya cukup banyak,” kata Evi.
Evi berharap pemerintah melakukan pengawasan terhadap perusahaan di Batam agar tidak sampai mengganggu masyarakat lainnya.
Mengenai keluhan warga tersebut, Ketua RT02/RW16 Karman mengatakan pihaknya sudah sering melakukan komplain kepada perusahaan dan biasanya komplain mereka langsung ditanggapi.
“Kalau kita komplain biasanya langsung ditanggapi, tapi beberapa Minggu lagi kalau angin berhembus debunya sampai ke pemukiman,” kata Karman.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo ikut angkat bicara terkait adanya informasi warga Batuaji tersebut.
Menurut Arlon hal itu tidak boleh terjadi karena sebelum mendirikan perusahaan ada proses perizinan yang harus dilengkapi, terutama mengenai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
“Tidak seharusnya debu sisa olahan terbang kepemukiman. Ini pasti ada kecerobohan atau kurang pengawasan,” kata Arlon dikutip dari kantor berita matapedia6.
Arlon menjelaskan debu pemotongan material polyvinyl chloride (PVC), sangat berbahaya karena kondisinya sangat halus dan jika terhirup bisa mengakibatkan penyakit paru-paru yang akan diderita dikemudian hari.
“Ke depan kita akan survei ke lapangan, dan menemui warga yang terdampak,” kata Anggota DPRD Daerah Pemilihan Batuaji itu. (*/rst)




