Ilustrasi sejumlah guru honorer saat sedang mengikuti seleksi PPPK. (rdok lendoot)

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Ketimpangan kebutuhan dan usulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) profesi guru di Provinsi Kepulauan Riau, menjadi sorotan banyak pihak.

Termasuk Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Nunuk Suryani yang mengatakan, bahwa usulan dengan kebutuhan sangat timpang sebab usulannya masih di bawah 50 persen.

“Dalam rekrutmen PPPK guru tahun 2022, Pemprov Kepri hanya mengusulkan 718 formasi atau jauh di bawah total kebutuhan 3.064 guru. Jadi angkanya masih di bawah 50 persen,” katanya dilansir dari kanal YouTube Kemendikbud, Sabtu (1/9/2022).

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung menyampaikan bahwa rekrutmen PPPK guru dilakukan secara bertahap.

Dia mengakui, dalam rekrutmen tahun ini, Disdik hanya mengusulkan 718 formasi dari 3.064 kebutuhan guru akibat keterbatasan anggaran.

“Anggaran juga tidak mesti sekaligus. Kita pun ajukan banyak-banyak pasti di cut juga,” terangnya. (*/nue)