Usulan dan Kebutuhan PPPK Guru di Kepri Timpang, Berikut ini Tanggapan Kemendikbudristek

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam keterangannya menyampaikan ucapan selamat kepada 250.432 guru yang lulus seleksi pascamasa sanggah dan berharap berita baik ini dapat mendorong semangat bagi para guru untuk mengabdi dan memberikan layanan terbaik bagi pendidikan di Indonesia. Adapun total guru honorer yang telah lolos semenjak tes seleksi dilaksanakan pada 2021 adalah sebesar 544.292 orang guru. “Dari hati yang terdalam, saya sangat bangga terhadap guru-guru honorer yang tak pernah patah semangat dan turut berbahagia untuk 250.432 guru yang diumumkan lulus pascamasa sanggah. Selamat kepada Ibu dan Bapak guru semua. Semoga dengan diterimanya menjadi ASN PPPK, semangat Ibu dan Bapak bertambah untuk pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia,” ungkap Menteri Nadiem di Jakarta.

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Ketimpangan kebutuhan dan usulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) profesi guru di Provinsi Kepulauan Riau, menjadi sorotan banyak pihak.

Termasuk Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Nunuk Suryani yang mengatakan, bahwa usulan dengan kebutuhan sangat timpang sebab usulannya masih di bawah 50 persen.

“Dalam rekrutmen PPPK guru tahun 2022, Pemprov Kepri hanya mengusulkan 718 formasi atau jauh di bawah total kebutuhan 3.064 guru. Jadi angkanya masih di bawah 50 persen,” katanya dilansir dari kanal YouTube Kemendikbud, Sabtu (1/9/2022).

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung menyampaikan bahwa rekrutmen PPPK guru dilakukan secara bertahap.

Dia mengakui, dalam rekrutmen tahun ini, Disdik hanya mengusulkan 718 formasi dari 3.064 kebutuhan guru akibat keterbatasan anggaran.

“Anggaran juga tidak mesti sekaligus. Kita pun ajukan banyak-banyak pasti di cut juga,” terangnya. (*/nue)