Tertimpa Pohon Sejak 2019, Perbaikan Kelas SD 007 Sugi Besar Luput Perhatian Pemerintah

Karimun, Lendoot.com – kelas gedung SDN 007  di Desa Rawa Jaya Kecamatan Sugi Besar Moro, yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon pada, Januari 2019 lalu, menjadi perhatian publik.

Keluhan tersebut awalnya disampaikan seorang guru SD 007, Astomo Ardi melalui wartawan, Jumat (1/7/2022).

 “Kerusakan terjadi 3 tahun yang lalu akibat bencana alam puting beliung dan kelas tersebut tertimpa pohon yang tumbang sehingga kondisi kelas itu saat ini tidak bisa digunakan karena rusak parah,” ujarnya

Akibat tertimpa pohon, kelas tersebut mengalami kerusakan pada spandik, atap, kayu penahan, jendela dan dek.

“Dari tahun 2019 lalu kami sudah mengajukan bantuan kepada  Bupati, Dewan dan dinas untuk perbaikan kelas tersebut, cuma sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.

Perbaikan ruang kelas yang rusak tersebut menurut taksiran Astomo Ardi memakan biaya sekitar Rp35 juta rupiah.

“Saya sudah diminta oleh kepala sekolah untuk menghitung material yang rusak antara lain mengganti spandek, atap yang rusak, membeli kosen dan jendela, perbaikan tembok, mengecat ulang,  mengganti keramik dan lain-lain estmiasi biayanya sekitar Rp35 juta rupiah,” tuturnya.

Kerusakan kelas tersebut mengakibatkan proses belajar dan mengajar anak didik menjadi terganggu sehingga harus dibuat kelas rangkap.

“Total kelasnya ada 6, namun karena 1 kelasnya rusak terpaksa kami buat kelas rangkap untuk anak-anak dikelas yang rusak tetsebut dapat belajar,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala sekolah SD 007 sugi besar Nurasiah berharap agar pemerintah setempat membantu perbaikan kelas tersebut agar anak-anak didik bisa belajar dengan normal kembali.

“Saya berharap pemerintah setempat untuk memperbaiki kelas tersebut, kasihan anak-anak harus ngantri soalnya kelas di rangkap, apalagi sudah masuk tahun ajaran baru sekarang,” harapnya.

Dikonfirmasi tentang hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Karimun, Sugianto menuturkan bahwa untuk biaya perbaikan sekolah tersebut baru dianggarkan kembali tahun ini.

“Perbaikan ruang kelas SD 007 kecamatan sugi besar tersebut itu bisa dimasukkan dalam bantuan DAK (dana alokasi khusus) dan bisa juga memggunakan APBD, yang penting pihak sekolah sudah mengajukan lewat dapodik,” tuturnya.

Sugianto juga mengatakan bahwa pada tahun 2020 dan 2021 perbaikan gedung sekolah tersebut belum terlaksana lantaran kegiatan perbaikannya tidak masuk dalam DAK.

“Kita akan coba usulkan di APBD perubahan nanti, kami akan prioritaskan untuk perbaikan gedung kelas tersebut dan mudah-mudahan bisa kita laksanakan tahun ini,” pungkasnya. (raj)