Karimun, Lendoot.com – Pemprov Kepri melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) dengan dua perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Quantum Power Asia dan ib vogt.
MoU megaproyek itu terkait dengan rencana pembangunan PLTS dengan nilai investasi mencapai Rp71,8 Triliun atau US$5 miliar.
Penandatanganan MoU rencana pembangunan PLTS terbesar di Indonesia itu disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo.
Suryopratomo menyampaikan harapannya terkait kerja sama pembangunan PLTS di Kepulauan Riau tersebut.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kita berambisi untuk mewujudkan energi terbarukan, salah satunya melalui pembangunan PLTS ini, “ujarmya.
Pemerintah Indonesia sendiri sebut Suryopratomo telah memutuskan untuk mengurangi emisi gas sekitar 21%.
“Adanya kerja sama dengan negara lain, diharapkan Indonesia dapat berkontribusi lebih untuk mengurangi emisi gas hingga 41%. Semoga implementasi MoU ini akan menghasilkan manfaat positif yang berkelanjutan bagi kedua negara, “ujarnya.
Ansar Ahmad menyambut baik kolaborasi pembangunan PLTS ini dengan pihak Quantum Power Asia dan ib vogt.
Kolbaorasi ini, kata Ansar Ahmad, selain berdampak positif di bidang ekonomi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo energi transisi menjadi agenda penting bagi Indonesia.
“Sebagai salah satu lokasi PLTS terbesar di dunia, kami di Kepulauan Riau menyambut baik langkah ini, “ujar Ansar Ahmad sebagaimana dirilis Quantum Power Asia.
Ia pun berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo.
“Semoga implementasi proyek ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan ekonomi di Kepulauan Riau, Indonesia, bersama-sama dengan Singapura, “tutur Ansar Ahmad.(**/amr)




