Sehatkan Jantung Anda dengan Aktivitas Fisik Minimal 150 Menit per Minggu

Penulis:  AUVYKAIMELDYANTI , Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat  Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Kita baru saja memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) 29 Septermber 2022 lalu. Tahukan kita bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia?

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Angka yang fantastis melebihi tragedi Kanjuruhan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia pada 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Penyakit kardiovaskuler seperti jantung, kanker, stroke, gagal ginjal tiap tahun terus meningkat dan menempati peringkat tertinggi penyebab kematian di Indonesia terutama pada usia-usia produktif.

Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit Kardiovaskular seperti hipertensi meningkat dari 25,8% (2013) menjadi 34,1% (2018).

Jika dilihat dari tempat tinggal, penduduk perkotaan lebih banyak menderita penyakit jantung dengan prevalensi 1,6% dibandingkan penduduk perdesaan yang hanya 1,3%.

Tingginya prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan pola makan yang tidak seimbang.

“Gaya hidup, merokok, dan pola makan merupakan kontributor utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), dilaporkan 50% penderita PJK berpotensi mengalami henti jantung mendadak atau sudden cardiac death.

Di masa pandemi sekarang ini, orang dengan komorbid terutama penyakit kardiovaskular memiliki risiko yang sangat tinggi apabila terpapar COVID-19 karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perburukan bahkan kematian.

Beberapa faktor terjadinya penyakit Jantung Koroner diantaranya;

polusi udara bertanggung jawab atas 25% kematian akibat kardiovaskular (WHO/world health organization), sehingga membuat mereka yang tinggal di kota berisiko lebih besar daripada di desa.

Diet sehat sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, namun di banyak sekolah, kantor, rumah sakit, dan rumah yang menyediakan makanan tinggi lemak dan padat energi dan kurangnya pilihan makanan yang sehat.

Di negara-negara yang tidak ada larangan merokoknya, orang sering tidak punya pilihan selain bekerja dan bersosialisasi di tempat-tempat di mana perokok pasif meningkatkan risiko mereka 48%.

Kurangnya ruang terbuka yang aman atau jalur siklus juga dapat membatasi kemampuan individu untuk menjadi lebih aktif, padahal berolahraga dikaitkan dengan risiko 29% lebih rendah meninggal akibat.

Latar belakang genetik dan geografi spesifik juga dapat mempengaruhi populasi tertentu.

Saat ini penyakit jantung koroner masih berkontribusi sebagai spektrum penyakit jantung terbanyak di seluruh dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

Diperkirakan bahwa diseluruh dunia, PJK pada tahun 2020 menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36% dari seluruh kematian, angka ini dua kali lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker.

Di Indonesia dilaporkan PJK (yang dikelompokkan menjadi penyakit sistem sirkulasi) merupakan penyebab utama dan pertama dari seluruh kematian, yakni sebesar 26,4%, angka ini empat kali lebih tinggi dari angka kematian yang disebabkan oleh kanker (6%).

Dengan kata lain, lebih kurang satu diantara empat orang yang meninggal di Indonesia adalah akibat PJK.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Jantung adalah organ vital  terdiri dari kumpulan otot yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme. 72x rata-rata Jantung berdenyut per menitnya, 103.680(x/hari), 37.843.200(x/tahun). 4-7Liter darah dipompa Jantung /menitnya, 5.760-10.080(Liter/hari), 2.102.400-3.679.200(Liter/tahun) Jantung memompa darah tanpa henti.

Setiap detak jantungmu adalah detik yang berharga

Penting untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit jantung, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.

Menurunkan beban penyakit kardiovaskular di Indonesia tidak hanya tugas salah satu pihak, namun peran semua lapisan masyarakat (pasien, dokter, keluarga pasien, dan pembuat kebijakan).

Sudah waktunya untuk kita bersama-sama menurunkan insidensi dan beban penyakit kardiovaskular dimulai dari langkah yang sederhana, menurut American Heart Association Mulailah dengan cara yang paling mudah lakukan Aktivitas fisik 150 menit perminggu.

Yang di maksud aktivitas adalah segala kegiatan fisik seseorang secara keseluruhan, tidak harus mengunjungi klub kebugaran, contohnya naik turun tangga, jalan cepat, joging, atau berenang dan bersepeda juga bagus untuk memacu metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Tentukan target per minggu sesuai dengan kesanggupan, contoh kita bias memulai dengan 10 menit per hari selama seminggu, atau jika kita sanggup, lakukan minimal 30 menit per hari selama lima kali seminggu.

Tidak menjadi soal jika tidak dilakukan dalam satu segmen, boleh dilakukan sebanyak tiga kali sehari selama 10 menit atau dua kali sehari selama 15 menit. Bersama kita lawan penyakit kardiovaskular.

Your heart is our heart too. (***)