Karimun, Lendoot.com – Aksi demonstrasi ratusan warga Desa Pangke, Senin (29/5/2023), yang mengakibatkan pekerja PT Saipem Karimun Yard (PT SKY) tidak dapat bekerja dan aktivitas perusahaan lumpuh total.
Ketika ditelusuri, pengakuan warga RW 03 dan RW 04, Desa Pangke Barat, Kampung Ambat Jaya, masalah debu dari sandblasting menjadi penyebabnya mereka geram.
“Kami sudah sampaikan keberatan kami terkait debu sisa sandblasting ini ke manajemen PT Saipem, tapi tidak diindahkan. Ini yang membuat kami marah,” ujar Warga Pangke yang enggan disebut namanya.
Aktivitas sandblasting PT Saipem dianggap sangat merugikan lingkungan masyarakat setempat yang lokasinya bersebelahan langsung dengan asal Italia tersebut.
Seperti dilaporkan warga juga karyawannya, PT Saipem Karimun Yard saat-saat kemarin sedang melakukan sandblasting. Yang disesalkan, keluhan akibat debu dari aktivitas sandblasting perusahaan tersebut tidak mendapat tanggapan.
Efek debu dianggap mencemari lingkungan sementara pihak perusahaan yang sudah disampaikan secara lisan dan tulisan, kata warga lainnya, seolah tidak memperdulikannya.
Aktivitas pembersihan plat besi dengan menggunakan sistem sandblasting atau proses penyemprotan abrasive dengan material pasir mengandung silica. Keluarannya, menimbulkan debu tebal yang mengotori pemukinan warga di sekitar lokasi.
“Sandblasting-nya dilakukan malam hari, ini sangat menggangu warga. Terganggu sekali istirahat warga. Belum lagi soal kesehatan,” ujar warga lainnya.
Sebenarnya perihal keberatan warga tersebut telah disampaikan ke Sustainability Facilitator At PT SKY, Diko Getty Tuerah. Sayangnya, pihak perusahaan tersebut hanya memberikan janji-janji kosong belaka saja.
Diko yang coba dikonfirmasi lendoot.com, Selasa (30/5/2023), juga tidak memberikan tanggapannya. (sma)




