Natuna – Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, menggelar rembuk stunting tingkat desa sebagai upaya untuk menekan angka stunting. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga kader kesehatan.
Camat Bunguran Tengah, Suhandrik, menjelaskan bahwa rembuk stunting bertujuan untuk mengevaluasi penanganan kasus stunting pada tahun 2024 dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di tahun 2025. “Melalui rembuk stunting, kita dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan mencari solusi yang tepat,” ujar Suhandrik.
Salah satu hasil dari rembuk stunting adalah kesepakatan untuk memberikan makanan tambahan kepada anak-anak yang mengalami stunting. Selain itu, dilakukan pula pendekatan konseling kepada orang tua untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi dan pentingnya menjaga kesehatan anak.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, angka stunting di Kecamatan Bunguran Tengah dapat terus menurun. Dengan kerja sama semua pihak, kita yakin dapat mewujudkan generasi muda yang sehat dan cerdas,” tambah Suhandrik.
Rembuk Stunting ini berbentuk diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk membahas permasalahan stunting di desa masing-masing.
Ada juga penyuluhan. Para ahli memberikan materi tentang penyebab stunting, tanda-tanda stunting, dan cara pencegahannya.
Termasuk juga kunjungan rumah ke rumah. Tim kesehatan melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk memantau pertumbuhan anak dan memberikan konseling. (fji)




