PLTU Perbaikan, PLN Karimun Minta Hotel dan Swalayan Gunakan Genset

Hendrico mengatakan, sebenarnya masa pemeliharaannya sudah disampaikan pihak PLTUke PLNULP Karimun sejak sepekan lalu. Hanya saja mengingat ada pelaksanaan STQH X Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun, maka Hendrico meminta penundaan. “Kalau kita paksakan saat pelaksaan STQH lalu itu, kita khawatir berdampak besar terhadap pelanggan masyarakat. Daya listrik kita prediksi tak memungkinkan cukup untuk STQH dan pelanggan masyarakat kalau PLTU keluar dari sistem,” jelasnya. Selasa (16/5/2023) pagi, PLTU Unit 2 akhinya baru masuk masa pemeliharaan. Hendrico mengatakan keluarnya PLTU Unit 2 dari sistem kelistrikan berkapasitas sekitar 5 Megawatt (MW), sehingga mengalami penurunan daya mampu menjadi 28 MW.

Karimun, Lendoot.com – Defisit daya listrik sebesar 4 Mega Watt (MW) karena mesin I PLTU dalam perbaikan, membuat PLN ULP Tanjungbalai Karimun, gusar.

Daya yang tersedia hanya mampu sebesar 27.35 Wega Watt (MW), sementara beban puncak (pukul 17.00 – 22.00 WIB) sebesar 31.50 MW, membuat pemadaman bergilir tak dapat dihindarkan.

 Saat ini,  pihak PLTU Tanjung Sebatak masih dalam progres perbaikan. Perbaikan tersebut membutuhkan estimasi waktu lebih kurang seminggu, yaitu sampai 21 September 2023 mendatang.

“Dari kami PLN  akan terus berusaha meminimalisir terjadinya pemadaman listrik emergency terhadap pelanggan,” tegasnya.

Dalam seminggu ke depan, kemungkinan akan terjadi pemadaman bergiliri. “Untuk jadwal (pemadaman, red) atau manajemen padam per tiga 3 jam, saat ini sedang disusun teman-teman,” ungkapnya

Sebagai salah satu solusinya, PLN ULP Tanjungbalai meminta bantuan pihak perhotelan dan swalayan untuk menggunakan genset sementara.

“Dengan harapan pelanggan masyarakat umum yang terdampak dapat diminimalisir,” jelasnya.

Terkait jadwal wilayah yang terdampak pemadaman listrik akan terus kita informasikan setiap harinnya di media sosial.

“Dengan adanya pemadaman Emergency ini, kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan PLN Tanjungbalai Karimun atas ketidaknyamanya. Kami mohon dukungannya dan doanya agar kerusakan ini bisa segera diatasi,” kata Budimansyah memohon. (msa)