Karimun, Lendoot.com – Desakan warga Kabupaten Karimun agar Aunur Rafiq turut berkiprah di Pilkada Kepri 2024, semakin membuncah.
Berbagai penjuru Kabupaten Karimun menginginkan agar Aunur Rafiq ikut mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 2024.
Tokoh di Kabupaten Karimun termasuk menjadi primadona mendulang kemenangan pada Pilkada setingkat Provinsi Kepri. Ini sudah dibuktikan semenjak Muhammad Sani dan Nurdin Basirun.
“Bukan tanpa alasan, Kabupaten Karimun adalah penentu kemenangan Pilkada Kepri 2024. Termasuk saat Ansar Ahmad-Marlin Agustina di Pilkada 2019 lalu, ditentukan Kabupaten Karimun. Marlin yang dikenal sebagai pernah terlahir dan besar di Karimun menjadi kuncinya,” ujar Zainal seorang warga Karimun.
Pada Pilkada 2019, belum ada calon dari tokoh di Kabupaten Karimun. Aunur Rafiq saat itu, lebih memilih meneruskan sebagai Bupati Karimun untuk periode keduanya.
“Jadi ini saatnya Pak (Aunur, red) Rafiq maju. Dimana pak Rafiq berlabuh, di sana orang Karimun memilih,” ujar Andi seorang warga lainnya.
Iwan, warga Karimun lainnya mengatakan bukan tanpa alasan, kalau Aunur Rafiq akan menjadi kunci sukses pasangan calon Pilkada Kepri 2024 mendatang, untuk mendulang suara besar di Pilkada Kepri 2024.
“Kabupaten Karimun merupakan suara terbesar kedua setelah Kota Batam. Jika suara imbang saja di Batam tanpa ditopang suara Karimun, bisa tumbang. Makanya, pak Rafiq sangat berpeluang. Yang bisa menggandengnya sebagai Calon Wakil Gubernur, inshaAllah akan menang,” katanya.
Aunur Rafiq merupakan seorang politikus terkemuka di Kabupaten Karimun khususnya, dan di Provinsi Kepri umumnya.
Saat ini, Aunur Rafiq menjabat sebagai Bupati Karimun. Jabatan tersebut telah dijabatnya selama dua periode berturut-turut, mulai tahun 2016 dan terakhir terpilih kembali pada tahun 2021.
Sebelum jabatan saat ini, Aunur Rafiq juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Karimun selama dua periode, yaitu pada tahun 2006 hingga 2015, mendampingi Nurdin Basirun.
Karir politiknya berakar kuat pada pelayanan publik, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan dan kemajuan Kabupaten Karimun.
Aunur Rafiq meraih gelar Doktor Filsafat (Ph.D.) di bidang Administrasi Publik dari Institut Ilmu Administrasi Negara (IPDN), yang menunjukkan dedikasinya dalam memperoleh pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk pemerintahan yang efektif.
Aunur Rafiq adalah anggota Partai Golkar, partai politik terkemuka di Indonesia. Afiliasinya dengan Golkar mencerminkan keselarasan dengan prinsip-prinsip partai dan komitmennya terhadap pembangunan nasional. Saat ini, Aunur Rafiq menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karimun.
Selama menjabat sebagai Bupati Aunur Rafiq telah mempelopori berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga Kabupaten Karimun.
Prestasinya meliputi:
Pembangunan Ekonomi: Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata, dan dukungan terhadap bisnis lokal.
Peningkatan Pendidikan: Berinvestasi dalam pendidikan dengan meningkatkan fasilitas sekolah, memberikan pelatihan guru, dan memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.
Kemajuan Layanan Kesehatan: Memperkuat layanan kesehatan dengan meningkatkan fasilitas medis, memperluas cakupan layanan kesehatan, dan mempromosikan langkah-langkah perawatan kesehatan preventif.
Inisiatif Kesejahteraan Sosial: Melaksanakan program kesejahteraan sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk upaya pengentasan kemiskinan dan jaring pengaman sosial.
Aunur Rafiq sudah mengutarakan niatnya mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau pada Pilgub 2024 mendatang. Hal ini mencerminkan ambisinya untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih luas di kawasan ini dan memanfaatkan pengalamannya untuk melayani masyarakat Kepri dalam skala yang lebih besar.
Secara keseluruhan, Aunur Rafiq berdiri sebagai politisi kawakan dan pegawai negeri berdedikasi ini memiliki rekam jejak prestasi yang terbukti di Kabupaten Karimun.
Komitmennya terhadap pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan menjadikannya tokoh penting dalam lanskap politik Kepulauan Riau. (msa)




