Sidang perkara koruspsi Apbdes Desa Matak di Pengadilan Tipidkor Tanjungpinang, Senin (9/5/2022).

Natuna, Lendoot.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Tanjungpinang menggelar Sidang atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi APBDes Pemerintah Desa Matak Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun Anggaran 2019 dengan Terdakwa A selaku Kepala Desa dan F selaku Sekretaris Desa, Senin (9/5/2022).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Cabamg Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Bambang Wiratdany.

Dalam persidangan itu, kedua terdakwa A dan F didakwa oleh JPU melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kacabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington Harahap dalam keterangan rilisnya mengatakan, atas perbuatan kedua terdakwa akibatkan kerugian negara sebesar Rp 211.636.726.

“Dalam perkara itu, kedua terdakwa dari perhitingan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Kqbupaten Kepulauam Anambas mencapai Rp 211 juta,” katanya.

Roy mengatakan, perkara tersebut akan kembali disidangkan di Majelis Hakim Tipidkor Tanjungpinang pada 23 Mei 2022 mendatang.

Adapun agenda sidang selanjutnya ialah penyampaian keberatan atau esepsi.

(rko)