Perempuan Berperan Penting dalam Pembudayaan Cuci Tangan Pakai Sabun

Jakarta, Lendoot.com – Perilaku cuci tangan pakai sabun (CPTS) sudah seharusnya menjadi budaya yang perlu terus digalakan. Dan, perempuan merupakan contoh tepat atau role model bagi pembudayaan CPTS tersebut.

CTPS terkait dengan perubahan perilaku, oleh karenanya memerlukan contoh. Contoh itu melalui sosok ibu sebagai pengambil keputusan di rumah dan lingkungannya.

“’Tahun ini kita ingin menemukan role model bagaimana melakukan pembudayaan CTPS dengan tepat. Salah satunya melihat peran perempuan atau ibu-ibu. Perempuan menjadi salah satu pendukung terciptanya lingkungan pendukung atau enabling environment pembudayaan CTPS.”

“Perempuan menjadi pengambil keputusan,” ujar Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Anas Maruf seperti dikutip, Rabu (4/1/2023).

Anas Maruf menjelaskan, peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia tahun ini mengambil tema ‘Unite for Universal Hand Hygiene’. Sedangkan tema peringatan HCTPS di Indonesia ‘Bersatu untuk Tangan Bersih Sehat’ dan sub tema ‘Peran Perempuan dalam Penurunan Stunting melalui Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan CTPS’.  

Anas mengatakan, perempuan yang berdaya diharapkan mempercepat pembudayaan perilaku CTPS di masyarakat. Menurutnya, poin penting peringatan HCTPS adalah menguatkan kebutuhan (demand creation) masyarakat pada perilaku CTPS sehingga menjadi budaya perilaku masyarakat.

“Pada saat pandemi covid 19 kesadaran perilaku masyarakat pada CTPS meningkat. Nah dengan selalu mengingatkan pentingnya CTPS, misalnya dengan peringatan HCTPS ini, kita ingin agar perilaku itu terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” tandasnya. (*/msa)