Kepri, Lendoot.com – Era digital adalah era di mana informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital.
Transformasi digital dalam pendidikan adalah sebuah kebutuhan. Lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi tidak bisa lepas dari digitalisasi.
Meningkatnya keterampilan teknologi memberi tantangan di lingkungan masyarakat bahkan dalam dunia pendidikan. Kesadaran-kesadaran akan hak dan tanggungjawab digital ini termuat dalam empat pilar literasi digital.
Ini harus terus ditanamkan, terutama dikalangan pelajar yang menempuh proses pendidikan di era ini akan banyak berada di ruang-ruang digital.
Karakter mereka dalam beraktivitas di ruang digital salah satunya ditentukan dengan seberapa baik tingkat literasi digital yang telah mereka miliki. Karakter tersebut akan cukup mewarnai dalam pembentukan karakter diri seutuhnya.
Untuk itu Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI bekerjasama dengan seluruh SMA se-Kepulauan Riau menggelar webinar literasi digital di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Webinar ini bergulir dan dilaksanakan, Selasa (28/2/2023) sekira pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, siang tadi. Tema tentang “Pendidikan Karakter Gen-Z di Era Digital”.
Kegiatan ini merupakan kerjasama Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI dengan seluruh SMA se-Kepulauan Riau dengan melibatkan para siswa sebagai audiensnya.
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.
“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan kata data pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.
Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar ini, lanjut Semuel, rencananya akan diisi secara virtual oleh beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.
Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang empat pilar literasi digital, yakni digital culture, digital ethic, digital safety dan digital skill.
Webinar ini juga memperbincangkan tentang pendidikan karakter Gen-Z di era digital. Pendidikan karakter adalah pengajaran yang dilakukan untuk menekankan nilai-nilai yang membentuk kepribadian.
Dengan kata lain mengajarkan individu dalam hal keterampilan untuk berfikir dan merubah kebiasaan berupa perilaku, watak, atau sifat yang membentuk individu berkualitas. (*/mrj)




