Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Gelontorkan dana ratusan juta untuk bantu transportasi siswa Hinterland di Kabupaten Karimun.
Bantuan sebesar Rp488 juta itu diserahkan langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad ke 8 perwakilan sekolah Hinterland di Karimun.
Pemberian bantuan itu untuk mempermudah siswa di pulau- pulau untuk pergi ke sekolah.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyalurkan bantuan transportasi laut siswa sebesar Rp488 juta kepada 8 sekolah hinterland di Kabupaten Karimun,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Ansar menyebutkan, bantuan iyu diberikan sebagai bentuk upaya pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban orang tua siswa.
“Kita tahu banyak siswa pesisir yang terbebani karena harus menyeberang menggunakan kapal setiap pergi atau pulang sekolah, jadi bantuan ini kita salurkan untuk meringankan beban mereka,” kata Ansar.
Ia berharap, adanya bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat siswa yang ada di pulau-pulau.
“Semoga dengan adanya bantuan ini tidak ada lagi siswa hinterland yang putus sekolah karena terkendala biaya transportasinya,” ucap Ansar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp. 488.950.000 kepada 8 SMA di Karimun.
Kedelapan sekolah tersebut diantaranya SMA Negeri 1 Moro dengan nilai bantuan sebesar Rp. 88.560.000, SMA Negeri 2 Moro sebesar Rp. 56.340.000, SMA Negeri 5 Kundur sebesar Rp. 1.600.000 , SMA Negeri 1 Buru sebesar Rp. 94.050.000.
Kemudian, SMA Negeri 2 Kundur sebesar Rp. 59.400.000, SMA Negeri 4 Kundur sebesar Rp. 16.200.000, SMA Negeri 1 Durai Rp. 99.900.000 dan SMA Negeri 6 Kundur Rp. 72.900.000.
“Kriteria penerima bantuan tentunya siswa yang benar-benar bepergian ke sekolah dengan transportasi laut, besarannya itu sudah kita verifikasi dengan hitung dari rumah ke sekolah berapa,” kata Andi.
Andi menjelaskan bahwa bantuan tersebut nantinya akan dikelola oleh sekolah berupa kerja sama antara sekolah dengan kapal yang nantinya disewa untuk mengangkut siswa.
dinilai lebih efektif dibanding harus memberikan kapal untuk membantu siswa yang berada di hinterland.
“Memberi bantuan transportasi laut siswa ini dinilai lebih efektif daripada kita membeli kapal, karena setelah membeli kapal tentu ada biaya operasionalnya,” jelasnya.
Andi memastikan bantuan transportasi laut siswa itu akan terus dianggarkan setiap tahunnya sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Bantuan ini insha allah akan terus berlanjut atau berkesinambungan,” ucapnya
(Rko)




