Peluit dan Senter Bisa Selamatkan Nyawa, SAR Natuna Ingatkan Pentingnya Alat Keselamatan Sederhana


Natuna — Peluit, senter, dan cermin mungkin terlihat sebagai benda kecil yang sering dianggap sepele. Namun dalam situasi darurat di laut maupun hutan, alat sederhana tersebut bisa menjadi penentu keselamatan seseorang.


Hal itu disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dalam edukasi keselamatan kepada masyarakat, Sabtu (24/5/2026).

Di tengah aktivitas masyarakat Natuna yang dekat dengan laut dan kawasan hutan, kesadaran membawa perlengkapan keselamatan dinilai masih perlu ditingkatkan.


Banyak orang merasa tidak perlu membawa perlengkapan darurat karena menganggap perjalanan akan berlangsung singkat atau sudah terbiasa dengan kondisi alam.


“Ah, kami pulang sebelum gelap.”
“Kami sudah biasa melaut.”
“Ribet bawa-bawa ginian.”


Kalimat seperti itu, menurut SAR Natuna, masih sering terdengar. Padahal kondisi alam tidak selalu dapat diprediksi.

Cuaca yang tenang dapat berubah mendadak, gelombang laut bisa meningkat sewaktu-waktu, sementara jalur hutan yang biasa dilalui dapat berubah berbahaya ketika kabut turun atau hari mulai gelap.


Dalam kondisi darurat, peluit, senter, dan cermin memiliki fungsi penting sebagai alat pengirim sinyal pertolongan atau SOS yang dipahami secara universal.


Kode SOS sendiri dikenal dengan pola tiga pendek, tiga panjang, dan tiga pendek. Sinyal tersebut dapat digunakan melalui suara peluit maupun cahaya senter.


Di laut, suara manusia sering kalah oleh deburan ombak dan angin. Begitu juga di hutan, teriakan bantuan sulit terdengar karena jarak dan kondisi medan.

Sebaliknya, suara peluit dapat menjangkau jarak lebih jauh dan lebih mudah dikenali sebagai tanda bahaya.


SAR Natuna menjelaskan, tiupan peluit dengan pola SOS mampu membantu tim penyelamat menemukan lokasi korban lebih cepat. Begitu pula pantulan cahaya dari cermin atau senter yang dapat menjadi penanda visual bagi tim pencarian dari darat maupun udara.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kesiapan pengetahuan dan perlengkapan keselamatan menjadi hal penting sebelum masyarakat melakukan aktivitas di laut maupun di hutan.


“Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di hutan, kami berharap kesadaran akan kesiapan dan persiapan semakin meningkat. Baik itu wawasan pengetahuan maupun peralatan seperti yang disebutkan tadi. Itu semua akan sangat membantu tim penyelamat saat terjadi kondisi darurat,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan lain seperti pelampung, radio komunikasi, logistik yang cukup, hingga menyampaikan rencana perjalanan kepada keluarga sebelum berangkat.


Menurutnya, persiapan perjalanan harus dilakukan secara matang, termasuk memastikan kondisi fisik, cuaca, serta perlengkapan dalam keadaan baik dan layak digunakan.


“Dan hindari beraktivitas seorang diri. Pastikan semua dalam kondisi baik dan layak sebelum berangkat,” pesannya.


SAR Natuna berharap masyarakat mulai membangun kesadaran bahwa keselamatan sering kali ditentukan oleh hal-hal sederhana yang selama ini dianggap tidak penting.


Sebelum pergi melaut atau masuk ke hutan, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri dan berpikir mengenai langkah penyelamatan apabila situasi tiba-tiba berubah menjadi berbahaya.


Karena dalam banyak keadaan darurat, peluit kecil atau senter sederhana bisa menjadi alat yang menentukan cepat atau lambatnya pertolongan datang. (Rap)