Karimun, Lendoot.com – Mesin di PLTU unit 2 di Tanjung Sei Batak yang mengalami kerusakan beberapa lalu membuat pemadaman bergiliri terjadi.
Setelah perbaikanna selesai, kemarin, mesin itu sudah mulai beroperasi.
Hanya saja, sampai saat ini kondisi mesin tersebut masih belum maksimal untuk dapat mengaliri listrik ke pelanggan PLN ULP Karimun.
Kepala PLN UP Karimun, Hendrico mengatakan, untuk sementara ini kondisi daya listrik yang ada masih defisit, sehingga jadwal pemadaman tetap dibuat dan disiarkan kepada masyarakat.
“Jadwal pemadaman tetap kita buat dari siang sampai malam. Ini sebagai langkah antisipasi jika harus dibutuhkan pemadaman jika beban melebihi kemampuan pembangkit,” jelas Hendrico kepada Lendoot.com, siang tadi.
Kerusakan mesin PLTU Tanjung Sei Batak berkapasitas 5 Megawatt (MW) membuat PLN ULP Karimun memaksa mesin PLTD Bukit Carok yang sudah tua untuk mengover kebutuhan listrik masyarakat yang mencapai 31 MW saat beban puncak.
Dua hari lalu, tambahan mesin untuk PLTD Bukit Carok dari Bangka sudah datang. Hanya saja, sampai saat ini pengoperasiannya belum dapat dilakukan masih menunggu proses pemasangan sampai pendistribusiannya.
Agar defisti tidak lebih besar lagi, masyarakat diimbau untuk ikut berhemar. “Untuk di malam hari kami mengimbau masyarakat mematikan satu atau dua lampu setiap rumah untuk mengurangi dampak pemadaman,” ujarnya.
Di akhir wawancara Hendrico mengucapkan permohonan maaf doa masyarakat Karimun. “Semoga pekerjaan penambahan mesin berjalan lancar dan sistem kelistrikan kita kembali normal. Mohon maaf atas ketidaknyamannya,” pungkasnya. (msa)




