Karimun – Suasana meriah menyelimuti kawasan Meral Kota, Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, saat perayaan Tahun Baru Imlek 2574/2023.
Ribuan lampion berwarna-warni menghiasi sepanjang jalan, menciptakan pemandangan yang memukau.
Sebanyak 1.200 lampion telah terpasang rapi di sepanjang satu kilometer jalan, mulai dinyalakan secara serentak, Sabtu (7/1/2025) malam lalu. Cahaya lampion yang berkilauan menciptakan suasana yang hangat dan penuh harapan.
“Kami sangat senang melihat keindahan lampion-lampion ini. Sudah lama kami tidak merasakan suasana semeriah ini,” ujar Nana, seorang warga Meral.
Lampion ini memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Tionghoa. Cahaya lampion melambangkan harapan, keberuntungan, dan kemakmuran. Selain itu, lampion juga dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa kedamaian.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Karimun, Hendrick Ho, menjelaskan bahwa perayaan Imlek tahun ini menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. “Kami berharap perayaan Imlek ini dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, makna filosofis yang terkandung dari penyalaan lampion tersebut untuk pengharapan di tahun yang baru agar diwarnai dengan rezeki, keberuntungan dan kebahagiaan. (msa)




