Sisi Pantai Mutiara Desa Lubuk Tanjungbatu Kundur, (msarih)

Setelah melihatMakamKeramat Layang, perjalanan selanjutnya merasakan dari dekat pantai andalan Pulau Tanjung Batu, Pantai Mutiara Lubuk. Jarak perjalanan dari Makam Keramat Layang ke Pantai Mutiara Lubuk sekitar dua jam perjalanan. Anda akan kembali disuguhi pemandangan alam elok dalam sisa perjalanan tersebut.

Pantai Mutiara Gading terletak di Desa Lubuk Kecamatan Kundur Kota. Pantai ini terletak sekitar empat kilometer dari jalan protokol Kota Tanjung Batu. Hamparan kebun kelapa, karet, durian dan tanaman ladang masyarakat akan cukup memberi kesan penyambutan kedatangan Anda ke desa ini.

 Sesampainya di sisi barat pantai, Anda akan menjumpai ratusan pohon kelapa menjuntai di tengah hamparan pasir. Terdapat bangku-bangku yang disediakan warga yang berdagang di area tersebut. Ada empat titik tempat bersantai di pantai ini yang rata-rata dikelola warga setempat yang menyambi berjualan makanan dan minuman.

Pantai di sisi baratnya hanya terlihat enak dipandang tetapi memang tidak bisa dijadikan tempat berenang karena disebut warga sekitar sebagai laut yang dangkal dan berombak tenang . Walau demikian, tetap ada anak-anak yang bermain-main di sekitar pantai dengan bertelanjang dada menyusuri sisi-sisi pantai.

Di sini lebih asyik memandangi hamparan laut sambil menikmati suguhan kelapa muda yang dijual warga setempat. Angin laut yang menghembus membuat suasana hati pengunjung lebih relaks setelah perjalanan yang cukup melelahkan sebelumnya.

Jika sudah cukup bersantai, Anda bisa menyusuri area pantai lainnya. Di sisi utara pantai terdapat pemandangan berbeda. Hamparan batu besar di sekitar pantai menjadi tempat yang asyik mengisi kebersamaan. “Kalau Minggu atau liburan sekolah baru di sini ramai pak,” kata seorang pedagang di kawasan itu.

Di sisi utara pantai ini, paling ujung di pantai terdapat bukit menjulang. Nah, jika sudah sampai ke pantai ini tidak ada salahnya mampir melihat makam yang juga disebut warga amat dikeramatkan warga sekitar. Belum ada nama di makam tersebut, hanya saja warga menyebutnya sebagai makam orang Aceh pertama yang datang ke pulau itu.

Sebelum mencapai makam ini, kita harus mendaki bukit setinggi kurang lebih 90 derajat sejauh 20 meter. Di pintu makam lantas terlihat tulisan latin yang ditulis ukiran dengan nama-nama, M Tayib Lenjtong/Selamat, Samsul Anwar, Abdul Rifai dan Musa.

Nama-nama tersebut, kata seorang warga merupakan nama orang yang dimakamkan dalam bangunan makam tersebut. Sayangnya, kuncen atau juru kunci makam tersebut tidak berada di tempat, sehingga bangunan yang terkunci gembok tidak dapat ditembus pandang dari luar.

Dari cerita warga sekitar, makam tersebut juga dikeramatkan layaknya Makam Keramat Layang. Malah di makam ini kadang ada orang yang sengaja menginap untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. “Ada juga orang yang menginap di samping makam itu bang. Mungkin cari inspirasi ya,” kata warga bernama Endi. (muhdsarih/bersambung)