Menakar Kekuatan dan Kelemahan 3 Paslon di Pilkada Karimun 2024

Ilustrasi Pilkada 2a024. (ft bawaslu)

Tajuk

Meski belum secara resmi KPU Kabupaten Karimun menetapkan pasangan calon (Paslon)  bupati dan wakil bupati pada Pilkada Karimun 2024, namun tiga Paslon sudah mendaftarkan dirinya, Kamis (29/8/2024) kemarin.

Mereka di antaranya; Muhammad Firmansyah-Eri Swandy mengusung jargon FirE, Iskandarsyah-Rocky Marciano Bawole dengan jargon IngRock, dan Bakti Lubis-Raja Bakhtiar, BARA.

Sebagian masyarakat meyakini, pertarungan perebutan kursi bupati dan wakil bupati ini akan sengit. Pasalnya, ketiga Paslon tersebut adalah wajah baru, tanpa incumbent yang akan ditinggalkan Aunur Rafiq-Anwar Hasyim.

Ketiga Paslon tersebut memiliki kans yang sama. Kekuatan dan kelemahan dari masing-masing Paslon sudah banyak dikupas di kedai-kedai kopi. Baik dari figur atau ketokohan sampai dengan visi-misi serta program-programnya, sudah banyak dikupas berbagai kalangan di Kabupaten Karimun.

Berikut ini hasil analisa media ini terhadap takaran kekuatan politik para Paslon. Kita mulai dari yang pertama mendaftar ke KPU Karimun, di antaranya; dari FirE, dilanjutkan IngRock kemudian terakhir, BARA.

Harapan penulis, kekuatan dan kelemahan yang disampaikan di tulisan ini diharapkan dapat bisa dijadikan barometer para Paslon untuk mempertahankan kekuatannya dan memperpaiki kelemahannya.

  1. FirE

Kekuatannya: Firmansyah sebagai mantan Sekdakab Karimun masih memiliki kans besar pengaruhnya terhadap popularitas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pegawai. Ketokohannya di masyarakat juga bagus karena sering tampil di tengah masyarakat.

Kelemahannya: Banyak di kalangan pegawai yang tidak puas atas kepempimpinannya sebagai Sekdakab Karimun menilai tunjangan Kinerja gaji honorer yang lambat bayar. Firmansnyah juga disebut pemilih dalam hal kedekatan dengan pegawai bawahannya. Di masyarakat kelas bawah, Firmansyah belum banyak dikenal.

Eri Swandy:

Kekuatannya: Masyarakat Pulau, khususnya Masyarakat Kundur sudah sangat lekat dengan namanya. Ukurannya, suara besar diraihnya saat Pemilu lalu.  Sikapnya yang rendah hati membuat kalangan menengah ke bawah sangat sayang kepadanya.

Kelemahannya: Eri Suwandy kurang dapat menempatkan diri sebagai Anggota DPRD Karimun, atau sebagai masyarakat biasa (ini kekurangan sekaligus kelemahan jika dengan masyarakat kecil). Aspirasi masyarakat di luar Kundur kurang mendapat perhatiannya saat menjadi Anggota DPRD Karimun.

Kekuatan FirE: Partai Golkarsebagai satu partai pengusungnya membuat FirE lebih leluasa tanpa harus ada rongrongan dari partai lainnya. Modal politiknya tidak terlalu besar.

Kelemahan FirE: Mesin partai kurang optimal meski raihan kursi dominan di DPRD Karimun, namun di lapangan banyak kader dan loyalis Partai Golkar ‘melarikan diri’ karena alasan Firmansyah bukan kader murni tapi hanya mendapat mandat saja dari pusat, sementara Raja Bakhtiar yang sejak berpolitik di Partai Golkar, justeru dipinang partai lain. Hanya mendekati kalangan media tertentu dalam publisitasnya.

  • IngRock

Ing Iskandarsyah

Kekuatan: Massa yang sebelumnya mendukung pencalonannya sebagai mantan calon bupati yang kalah tipis dengan Aunur Rafiq (86 suara), kembali menjadi salah satu modalnya bertarung saat ini. Loyalis partainya, PKS di segenap lapisan masih memberikan dukungannya.

Kelemahan: Figur atau ketokohannyadi tengah masyarakat luas, masih kurang. Meski dikenal cerdas, namun kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat, khususnya kalangan media massa lokal menjadi hambatan program-program dan visi-misinya dapat tersampaikan ke masyarakat pemilihnya.

Rocky Marciano Bawole

Kekuatan: Ketokohannya cukup mengakar di masyarakat. Dikenalhumble atau ramah,pemurah dantidak tebang pilih dalam bergaul, serta komitmennya kuat dapat dipegang. Kedekatan dengan saudara-mare (persaudaraannya, red) di Karimun cukup tinggi sebagai loyalisnya. Memiliki basis massa yang kuat dengan ikatan emosional yang tinggi.

Kelemahan: Kurangnya penyampaian pesan dan kabar terkait yang sudah dilakukannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepri sebelumnya. Kerap kurang memberikan perhatian terhadap konstituennya di bawah saat-saat usai Pemilu 2024 lalu.

Kekuatan IngRock: Bersatunya Partai Gerindra sebagai motor tim sukses menambah tenaga mesin IngRock, selain PKS dan PKB itu sendiri. Partai Gerindra yang dikenal solid hingga ke pengurus partai higga tingkat bawah, menjadi modal kuat pasangan ini.

Kelemahan IngRock: Meski sama-sama dari partai berbau agamis, PKS dan PKB memiliki perbedaan platform partai. Ini bisa menjadi bumerang jika tidak segera ditutupi dengan persamaan persepsi di tim pemenangannya.

BARA  

Bakti Lubis:

Kekuatannya: Ketokohannya cukup mengakar, khususnya di kalangan keluarga besarnya di Pulau Moro. Sebagai mantan wartawan, dia juga memiliki kedekatan dengan insan pers, ini memudahkannya untuk meluaskan informasi visi-misi dan program-programnya. Jabatan Ketua DPD Hanura Kepri ini juga membuat namanya semakin melambung. Terkenal dekat juga dengan masyarakat dan dikenal royal dengan masyarakat, khususnya pemilihnya.

Kelemahannya:  Tidak meratanya perhatiannya sebagai Anggota DPRD Kepri sebelumnya, membuatnya kurang populer, khususnya bagi pemilih di perkotaan, seperti di Pulau Karimun.

Raja Bakhtiar:

Kekuatannya: Popularitasnya cukup baik di masyarakat. Kekeluargaanya di Moro juga menjadi modal meraup suara besar di tanah kelahirannya. Kader dan loyalis Partai Golkar ‘yang terbuang’, membuat Raja Bakhtiar mendapat tambahan amunisi dari kader Partai Golkar lainnya yang masih setia dengannya.

Kelemahannya: Sendi-sendi kemasyarakatan di pemilih perkotaan masih belum maksimal, mengingat perolehan suaranya pada Pemilu 2009 lalu, masih didominasi dari Pulau Moro dan Kundur. Tak ikut pada Pemilu 2024, praktis membuatnya sedikit tertinggal popularitasnya di tengah loyalis sebelumnya.

Kekutan BARA: Secara partai pengusung yang mencapai 5 partai besar dan mendominasi perolehan kursi di DPRD Karimun, membuat BARA kuat di mesin partainya. Kekuatan finansial yang mumpuni juga membuat BARA bisa lebih mudah mengkonsolidasi mesin partainya.

Kelemahan BARA: Paslon yang berasal dari Dapil II Pulau Moro dan sekitarnyamembuat pasangan ini banyak dinilai lemah di pemilih perkotaan. Banyaknya partai juga berdampak besar ongkos politik untuk membiayai mesin partai.

Dari analisa kekuatan dan kelemahan para Paslon di atas yang dianalisa media ini dari beberap sumber terpecaya, bisa menjadi reungan dan tantangan bagi para paslon untuk memenangkan hati pemilihnya. Selamat bertanding…! (****)