Komisi II DPRD Kepri Minta Kuota BBM Subsidi Ditambah

Menurutnya kuota BBM subsidi ini masih belum mencukupi dan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkannya. “Kuota BBM minus 3.050 kiloliter (Kl), saya berharap balance dulu lah di 2023, nanti di APBD Perubahan kami minta ditambah lagi,” katanya dalam rapat dengan Pertamina Patra Niaga Sales Area Kepulauan Riau di Graha Kepri, Batam, Jumat (3/3/2023).

Batam, Lendoot.com – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar Pertamina dapat menambah jumlah kuota BBM subsidi di Kepri.

Menurutnya kuota BBM subsidi ini masih belum mencukupi dan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkannya.

“Kuota BBM minus 3.050 kiloliter (Kl), saya berharap balance dulu lah di 2023, nanti di APBD Perubahan kami minta ditambah lagi,” katanya dalam rapat dengan Pertamina Patra Niaga Sales Area Kepulauan Riau di Graha Kepri, Batam, Jumat (3/3/2023).

Wahyu Wahyudin  mengatakan, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan para pengrajin tahu dan tempe pada bulan lalu, banyak pengrajin yang mengaku tidak mendapatkan BBM subsidi.

Para perajin tahu dan tempe berharap agar Komisi II DPRD Kepri dapat memperjuangkan BBM subsidi untuk perajin tahu dan tempe.

“Kemarin waktu rapat dengar pendapat dengan pengrajin tahu tempe, mereka mengaku tidak pernah dapat subsidi,” jelasnya.

Wahyu menuturkan, BBM subsidi dapat diberikan kepada perajin dengan modal usaha Rp50 juta dan omzet Rp300 juta setahun.

Selain pengrajin tahu dan tempe, tambah Wahyu, penambahan kuota BBM subsidi juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan supir truk.

Ia optimis, kenaikan harga ikan dan sembako akan berhasil ditekan jika seluruh nelayan dan supir truk memperoleh BBM subsidi. BBM subsidi akan membuat biaya operasional mereka semakin murah.

“Mereka sangat berharap kepada kami untuk memperjuangkan BBM subsidi, termasuk nelayan dan supir lori,” tambahnya.

Dalam rapat itu, Pertamina memaparkan jumlah alokasi BBM subsidi di Kepri tahun 2023 sebanyak 136.364 kilo liter.

Jumlah ini berkurang 3.050 kilo liter dari Triwulan IV tahun 2022 yang sebanyak 139.414 kilo liter. (*/nue)