Kemlu RI Panggil Kedubes Belanda terkait Aksi Penyobek Al-Quran

Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah. (infopublik)

Jakarta – Aksi pembakaran salinan Al-Quran oleh politikus berkebangaaan Swedia-Denmark, Rasmus Paludan ketika menggelar aksi demonstrasi di Kota Stockholm pada akhir pekan lalu, mendapat kecaman umat Islam dunia.

Atas aksi pembakaran salinan Al-Quran itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan telah memanggil Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, terkait penyobekan Al-Quran di Kota Den Haag tersebut.

“Dubes Belanda sudah dipanggil kemarin,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah yang disampaikannya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/1/2023), seperti dikutip infopublik.

“Sudah diberikan notifikasi atau dipanggil,” kata Faizasyah.

Sebelumnya, politikus sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Pegida yang anti-Islam, Edwin Wagensveld, menyobek sejumlah halaman mushaf Al-Quran di Kota Den Haag, pada Minggu (22/1/2023).

Video Wagensveld di Twitter memperlihatkan dirinya membakar sobekan halaman Al-Quran itu dalam sebuah panci.

Wagensveld juga pernah menggelar aksi merusak Al-Quran saat unjuk rasa kelompok Islamofobia, Pegida, di Rotterdam pada Oktober 2022. (*/mrj)