Karimun, Lendoot.com – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau terancam kekurangan stok hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah mendatang.
Minimnya ketersediaan stok hewan kurban itu, menyusul kebijakan Pemerintah terhadap penghentian sementara pengiriman hewan ternak antar provinsi, dampak dari mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak.
Diketahui, saat ini, sedikitnya ada 16 Provinsi di Indonesia telah ditemukan kasus PMK tersebut.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukriyanto mengatakan, berdasarkan data 2021, kebutuhan hewan kurban di Karimun mencapai 1.315 ekor dimana terdiri dari 550 ekor sapi dan 765 ekor kambing.
“Melihat kondisi saat ini, ketersediaan hewan ternak di Karimun tidak akan mencukupi untuk kebutuhan Kurban nanti,”kata Sukriyanto, Minggu (22/5/2022).
Ia menyebutkan, untuk stok hewan ternak saat ini Karimun hanya memiliki sekitar 674 sapi dan kambing. Dan jumlah itu masih jauh dari kebutuhan untuk Idul Adha.
Dalam langkah- langkahnya, Sukriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama daerah- daerah asal hewan- hewan ternak seperti Riau, Pelalawan, Jambi dan Meranti untuk mencarikan solusi, meskipun ada pengetatan yang dilakukan terhadap lalu lintas hewan ternak.
“Sebenarnya Riau saat ini belum ada ditemukan kasus PMK. Hanya saja sebelum wabah itu muncul, lebih dulu di Riau ditemukan kasus kulit berbenjol. Sehingga sesuai aturan Karantina, hewan kurban tidak bisa keluar ke daerah lain untuk antisipasi mewabahnya penyakit,”katanya.
Ia berharap, dalam waktu dekat akan ada kebijakan- kebijakan baru dibuat oleh Pemerintah untuk mengatasi hal ini.
“Koordinasi secara intens terus kami lakukan, semoga ada kebijakan baru dalam memberikan solusi mengatasi masalah ini,” katanya.
(rko)




