Ilustrasi Hewan Kurban. (internet)

Karimun, Lendoot.com – Dampak mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada beberapa daerah di Indonesia,  ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 1443 Hijriyah di Karimun dipastikan kekurangan.

Kurangnya stok hewan kurban itu, setelah Kementan RI membalas permintaan Pemerintah Karimun untuk dapat mendatangkan hewan kurban dari Riau guna kebutuhan Idul Adha mendatang.

Larangan itu, merupakan imbas dari wilayah Riau yang telah mewabah PMK dan Kulit berbenjol pada hewan- hewan ternak.

“Kementan sudah membalas surat permohonan kita untuk mendatangkan hewan kurban dari Riau, dan mereka melarangnya dikarenakan ada wabah PMK dan Kulit berbenjol di hampir setiap daerah pemasok yang ada di Riau,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto, Selasa (28/6/2022).

Diketahui selama ini Riau menjadi pemasok utama kebutuhan hewan kurban di Karimun. Tentunya, dengan adanya larangan pengiriman ini berimbas pada ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha nanti.

Sukri menjelaskan, berdasarkan data oleh pihaknya, kebutuhan hewan kurban pada tahun 2021 lalu ialah sebanyak 1.315 ekor, terdiri dari 550 sapi dan 765 ekor kambing.

Menurutnyq, saat ini, ketersediaan hewan kurban di Karimun baru mencapai 50 persen dari kebutuhan.

“Tapi saat ini kita sedang berkoordinasi dengan daerah lain seperti Natuna, karena disana sapi juga berlimpah. Kemungkinan ada sekitar 100 sapi yang kita datangkan,” katanya.

(*rko)