Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pelayanan Polres Natuna, Apresiasi Semangat Personel di Wilayah Perbatasan

NATUNA – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Selasa (29/9/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kedinasan. Kapolda Kepri turun langsung ke Polres Natuna untuk melihat pelaksanaan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai kondisi yang dihadapi personel yang bertugas di wilayah perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Irjen Pol Asep Safrudin didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kepri, Bhayangkari serta unsur terkait lainnya.

Usai meninjau langsung kondisi Polres Natuna dan bertemu dengan personel, Kapolda Kepri mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan anggota yang selama ini menjalankan tugas di wilayah perbatasan.

“Tujuannya adalah kami melihat langsung bagaimana pelayanan Polres Natuna kepada masyarakat. Kemudian kami juga langsung bertatap muka dengan seluruh anggota,” ujar Asep Safrudin kepada awak media di depan Mapolres Natuna.

Menurutnya, pertemuan langsung dengan personel penting dilakukan untuk mengetahui persoalan maupun kesulitan yang dihadapi anggota dalam menjalankan tugas.

Dengan komunikasi secara langsung, kata dia, berbagai masukan dari personel dapat didengar dan menjadi perhatian pimpinan.

“Apakah dari kawan-kawan saya yang bertugas di perbatasan ini ada permasalahan-permasalahan, kesulitan-kesulitan, dan barangkali hal-hal lain yang bisa disampaikan kepada saya selaku Kapolda, itu bisa kami langsung dengar dan lihat di Natuna ini,” katanya.

Apresiasi Semangat Polisi di Pulau PerbatasanAsep Safrudin mengaku mendapat respons positif saat berdiskusi dengan jajaran Polres Natuna.

Ia menilai para personel tetap menunjukkan semangat dalam menjalankan tugas meskipun bekerja di wilayah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

“Alhamdulillah cukup komunikatif. Tadi kita diskusi dengan seluruh anggota Polres Natuna. Mereka bekerja dengan semangat di bawah pimpinan Pak Kapolres,” ujarnya.

Ia menyebut, jarak Natuna yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Kepri menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi anggota Polri yang bertugas di daerah tersebut.Mobilitas menuju dan dari Natuna, baik melalui transportasi udara maupun laut, membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Walaupun dinas di daerah perbatasan, jauh dari ibu kota provinsi. Perjalanan dengan pesawat cukup lumayan, harga tiketnya. Dengan perjalanan laut cukup lumayan waktu tempuhnya,” ungkapnya.

Menurut Asep, tantangan lainnya berkaitan dengan kehidupan keluarga personel. Sebagian anggota harus menjalankan tugas jauh dari anak dan istri, terlebih bagi mereka yang berdomisili di pulau atau wilayah berbeda.

“Daerah perbatasan itu mempunyai tantangan tersendiri. Di antaranya jarak tempuh yang cukup jauh. Kadang-kadang mereka juga harus berpisah dengan keluarganya, dengan anak dan istrinya,” tuturnya.

Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari pengabdian personel dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.

Asep memberikan apresiasi terhadap semangat anggota Polres Natuna yang tetap menjalankan tugas bersama TNI dan masyarakat.

“Maka itu menjadi satu catatan yang luar biasa, pengabdian mereka melebihi semangatnya untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan ini bersama-sama dengan teman-teman dari TNI dan masyarakat,” katanya.

Sinergi Jadi Kekuatan Menjaga Natuna

Kapolda Kepri juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Natuna.

Menurutnya, menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah perbatasan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menyebut TNI, pemerintah daerah, masyarakat hingga insan media memiliki peran dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Natuna.

“Saya apresiasi kepada rekan-rekan saya. Mereka tetap semangat di bawah kepemimpinan Pak Aris dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Natuna,” ujar Asep.

“Dengan kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, mereka dari TNI, kemudian pemerintah daerah, termasuk teman-teman media yang terus berkontribusi dan berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah Natuna,” lanjutnya.

Bhayangkari Peduli Sasar Panti Asuhan dan SLB

Kunjungan Kapolda Kepri ke Natuna juga diisi dengan kegiatan sosial yang dilaksanakan melalui program Bhayangkari Peduli.Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari memberikan bantuan sosial kepada sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya panti asuhan dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya yang dinilai membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Hari ini kita juga mengajak Bhayangkari. Bhayangkari melakukan kegiatan Bhayangkari Peduli. Ada bantuan-bantuan sosial kepada panti asuhan, kemudian SLB, kemudian ada kelompok-kelompok masyarakat yang memang membutuhkan,” jelas Asep.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Yayasan Kemala Bhayangkari kepada masyarakat.

“Yayasan Kemala Bhayangkari memberikan santunan-santunan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pimpinan Polda Kepri untuk memastikan pelayanan kepolisian di wilayah perbatasan tetap berjalan, sekaligus mendengar secara langsung kondisi personel yang berada di garis depan pengamanan wilayah Natuna.

Di tengah tantangan geografis dan jarak yang dihadapi, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, masyarakat dan media menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Natuna sebagai wilayah perbatasan Indonesia. (Rap)