Lingga – Kabut asap yang terjadi di Kabupaten Lingga mengganggu konektivitas udara di Bandar Udara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Sejumlah penerbangan Susi Air dibatalkan dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca buruk, asap, hingga jarak pandang yang berada di bawah batas minimum keselamatan.
Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep, Indra Rohman, menerima sejumlah pemberitahuan pembatalan penerbangan dari maskapai Susi Air sejak 8 Oktober 2026.
“Surat yang masuk mencatat pembatalan, mulai dari bad weather, weather/smoke, hingga visibility below minima,” kata Indra, Rabu 14 Oktober 2026.
Indra menjelaskan, pihak maskapai memberitahu pembatalan penerbangan sebanyak dua kali karena cuaca buruk pada 8 Oktober 2026. Pada hari yang sama, maskapai juga mengajukan permohonan perpanjangan penerbangan perintis.
Gangguan berlanjut pada 9 Oktober, ketika Susi Air memberitahukan pembatalan penerbangan rute Batam–Rengat pulang-pergi (PP) dan Batam–Dabo Singkep akibat jarak pandang di bawah batas minimum.
“Sehari kemudian, pembatalan kembali dilaporkan untuk rute Batam–Rengat PP karena cuaca buruk,” ujarnya.
Pada 11 Oktober, Susi Air kembali membatalkan penerbangan rute Batam–Rengat PP dengan alasan cuaca dan asap. Maskapai juga mengajukan permohonan perpanjangan penerbangan pada hari tersebut.
Gangguan serupa tercatat pada 12 Oktober melalui pembatalan rute Jambi–Kerinci PP akibat cuaca dan asap. Sementara pada 13 Oktober, penerbangan rute Pekanbaru–Dabo Singkep dibatalkan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum.
Indra menjelaskan, bahwa pembatalan dan penundaan penerbangan dilakukan untuk menjaga keselamatan dalam penerbangan.
“Karena dengan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini sangat mengkhawatirkan terutama dalam penerbangan. Maka pembatalan dan penundaan penerbangan dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan dan masyarakat,” tuturnya. (wan)



