Karimun, Lendoot.com – Jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun terjadi penurunan sejak 12 Juli 2021 lalu. Penurunan itu terjadi sejak mulai diberlakukannya PPKM di sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau.

Dari data Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, penurunan itu memang terlihat jelas terjadi sejak di mulainya pemberlakuan PPKM.

Dalam sehari, biasanya angka penumpang mencapai angka 1.000, kini hanya di bawah angka 500 penumpang.

“Secara persentase, kita mencatat penurunan jumlah penumpang per tanggal 12 sampai 14 Juli sebesar 30 persen dari hari biasanya,” ujar Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Karimun, Anthonie, Rabu (14/7/2021).

Ia mengatakan, terdapat dua faktor yang menyebabkan turunnya jumlah penumpang tersebut.

Pertama, kata dia, adalah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Batam sejak 12 Juli 2021.

“Rute pelayaran Karimun-Batam dan sebaliknya adalah yang terbanyak dalam satu hari melalui pelabuhan ini, sehingga penerapan PPKM Darurat di Kota Batam juga berimbas terhadap jumlah penumpang,” kata Anthonie.

Sedangkan faktor lainnya menurut Anthonie, ialah debgan keluarnya surat edaran terbaru Gubernur Kepulauan Riau tentang syarat keberangkatan bagi penumpang kapal.

Dalam persyaratan itu, penumpang kapal yang hendak melakukan perjalanan di dalam Provinsi Kepulauan Riau diharuskan untuk menunjukkan minimal hasil negatif Covid-19 menggunakan Rapid Test Antigen dan Sertifikat Vaksinasi.

Syarat terbaru bagi penumpang kapal tersebut juga dipicu oleh penerapan PPKM baik Darurat maupun Mikro di kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sesuai surat edaran Gubernur Kepri yang baru, penumpang kapal wajib melengkapi diri dengan surat hasil negatif minimal menggunakan Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 X 24 Jam sebelum berangkat,” jelas Anthonie

“Turunnya jumlah penumpang bahkan membuat sejumlah operator kapal memutuskan untuk mengurangi jadwal keberangkatan dan bahkan berhenti beroperasi sementara waktu,” tambahnya.

Informasi yang diperoleh, adapun operator kapal yang berhenti operasi sementara waktu adalah MV Batam Jet dan MV Oceana.

Sementara, MV Dumai Line, MV Miko Natalia dan SB Karunia Jaya tetap beroperasi dengan jadwal yang tidak seperti hari biasanya.

(rko)