Jangan Remehkan si ‘Manusia Silver’, Fakta ini Mengejutkan Anda

Berdiri di keramaian, mereka menarik simpati masyarakat agar mau memberikan uang recehan untuk berpenghasilan. Tindakan ini banyak yang menyebut sebagai tindakan mengemis. Dari penelusuran Lendoot.com di Sei Lakam beberapa waktu lalu, hasil ‘ngamen para Manusia Silver’ setiap harinya bisa menghasilkan antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. “Kami bisa dapat sampai Rp700 ribu juga per hari bang. Itu kalau ramai yang kasih ya,” ujar seorang pelaku Manusia Silver tersebut.

Karimun, Lendoot.com – Manusia Silver atau manusia yang melumuri sekujur tubuhnya dengan cat warna silver diamankan Satpol PP Karimun di Sei Lakam Karimun, kemarin. Keberadaannya cukup menarik perhatian masyarakat.

Fenomena keberadaan Manusia Silver karena warnanya itu sering ditemukan sedang mangkal di pinggir-pinggir jalan atau di simpang lampu merah tanpa menampilkan pertunjukan apapun.

Mereka melawan panas dan debu, terkadang mereka juga menunjukkan atraksi pantomim atau pertunjukan yang menghibur.  

Awalnya, Manusia Silver ini hanya ada di Kota Tua Jakarta, saat itu dianggap seni sebagai bentuk mencari perhatian untuk penggalangan dana.

Belakangan ada manusia silver makin menjamir, terlebih sejak pandemi mewabah, menjadi Manusia Silver ini semakin digandrungi banyak orang karena cukup menghasilkan.

Berdiri di keramaian, mereka menarik simpati masyarakat agar mau memberikan uang recehan untuk berpenghasilan. Tindakan ini banyak yang menyebut sebagai tindakan mengemis.

Dari penelusuran Lendoot.com di Sei Lakam beberapa waktu lalu, hasil ‘ngamen para Manusia Silver’ setiap harinya bisa menghasilkan antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu.

Seorang Manusia Silver membawa kotak sumbangan sebagai cara untuk mengumpulkan penghasilannya. (dan)

“Kami bisa dapat sampai Rp700 ribu juga per hari bang. Itu kalau ramai yang kasih ya,” ujar seorang pelaku Manusia Silver tersebut.

Mulai dari anak-anak di bawah umur hingga orang yang sudah lanjut usia ikutan menjadi Manusia Silver. Mereka rela membalurkan cat ke sekujur tubuhnya demi bertahan hidup.

Berikut lima  fakta yang perlu kita ketahui tentang Manusia Silver:

Bahan yang Dipakai Manusia Silver

Bahan yang dipakai oleh manusia silver adalah cat berwarna silver serta dicampur minyak goreng hingga encer agar terlihat mengkilat.

Beberapa dari mereka bahkan ada yang mencampurkan body lotion sebagai pewangi. Setelah itu, mereka akan membalurkan racikan cat ke sekujur badan dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan memakai tangan.

Cara Membersihkan Cat Silver di Tubuh

Lalu bagaimana cara membilas cat silver yang menempel di tubuh mereka?

Mereka membersihkan cat silver di tubuh mereka dengan sabun cuci piring. Yups, sabun cuci piring mereka bilas ke tubuh layaknya memakai sabun mandi. Mereka menggosokkan sabun cuci piring ke seluruh tubuh, lalu membilasnya dengan air bersih.

Tujuan Awal Manusia Silver

Sebenarnya awal munculnya manusia silver digunakan untuk kegiatan penggalangan dana agar menarik perhatian masyarakat. Namun, seiring berkembangnya zaman, kehadiran manusia silver bergeser dari tujuan awalnya. Manusia silver sekarang beralih menjadi suatu profesi untuk menyambung hidup.

Penghasilan yang Diperoleh

 Penghasilan yang diperoleh manusia silver tak menentu tiap harinya. Tergantung sepi dan ramainya orang yang datang.

Penghasilan manusia silver tergantung lokasinya, berkisar antara 50 ribu hingga 200 ribu per harinya per orang. Faktor cuaca pun juga ikut mempengaruhi penghasilan yang didapat.

Sering Diremehkan dan Ditakuti

Manusia Silver sering dipandang sebelah mata dan tak dihargai karena mereka dianggap mereka hanya meminta-minta. Meski banyak juga merasa terhibur oleh atraksi manusia silver.

Tak hanya, itu beberapa orang bahkan lari ketakutan jika manusia silver mendekat karena mereka dianggap seram dan menakutkan.

Manusia Silver saat diamankan Satpol PP Karimun, kemarin. (foto satpolppkarimun)

Dampak Buruk Cat di Tubuh

Penggunaan cat silver di tubuh dapat menimbulkan dampak buruk dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan cat bersifat karsinogenik. Umumnya, cat mengandung Vinyl chloride, plastisol, hingga logam berat.

Tak hanya menimbulkan alergi, dan iritasi pada kulit. Kandungan Vinyl chloride dalam cat ini bisa memicu kanker kulit, kerusakan paru, dan ginjal. (*/msa)