Natuna, Lendoot.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Bangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Senin (6/3/2023) mendpat perhatian orang nomor satu di Provinsi Kepri, Anwas Ahmad.
Bencana yang menyebabkan sedikitnya 27 rumah tertimbun dengan meninggal 10 orang dan 50 orang lainnya hilang itu membuat Gubernur Kepri Ansar Ahmad gusar. Dia ingin bawahannya bergerak cepat untuk menangani bencana ini.
Ansar yang sedang berada di Jakarta langsung memerintahkan BPBD Kepri untuk segera mengirimkan bantuan logistik berupa makanan dan keperluan yang bersifat mendesak.
Bantuan logistik diharapkan dapat membantu para korban yang berhasil selamat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Bupati Natuna yang beserta perangkatnya sudah berangkat menuju lokasi kejadian. Kita minta BPBD Kepri untuk segera mengirimkan bantuan logistik ke Natuna besok,” katanya seperti dikutip dari sijoritoday.
Hingga malam, Ansar mengaku mendapatkan informasi 10 orang ditemukan meninggal dunia dan 50 orang lainnya masih belum ditemukan.
“Kita semua membantu dengan doa, semoga yang hilang dan diduga tertimbun tanah longsor bisa segera ditemukan dan bisa segera di evakuasi,” ujarnya.
Ansar juga meminta agar masyarakat yang tinggal disekitar kejadian tetap waspada mengingat curah hujan masih cukup tinggi, sambil mendoakan tidak ada longsor susulan.
“Tentu saja kita berharap jangan sampai ada longsor susulan. Kita semua harus selalu waspada,” kata Ansar lagi.
Pemprov Kepri melalui BPBD segera mengirimkan bantuan logistik sebanyak 200 paket yang dibutuhkan masyarakat.
Adapun setiap paketnya berisikan mie instan 2 dus, sarden 5 kaleng, minyak goreng 5 kilogram, gula 2 kilogram, teh 2 kotak, susu bubuk 2 kotak, peralatan mandi 1 paket, peralatan makan 1 paket dan peralatan masak 1 paket.
Selain itu, Gubernur Ansar dan Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi tanah longsor di Serasan hari ini, Selasa (7/3/2023).
“Semoga bantuan yang kita kirimkan ini bisa membantu meringankan para korban yang selamat. Sambil kita tetap berkoordinasi dengan Bupati setempat secara intens,” tambah Ansar.(*/dan)
Bencana longsor di Pulau Serasan yang menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 47 orang dinyatakan hilang.
Natuna, Lendoot.com –Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur melaporkan hingga, Selasa (7/3/2023) pukul 04:00 WIB, telah ditemukan 15 orang korban meninggal dunia.
Sementara korban kritis empat orang, tiga orang dievakuasi ke Pontianak menggunakan KM Bukit Raya dan satu orang dikirim ke Ranai menggunakan KM Indra Perkasa.
Tim gabungan masih terus berupaya mencari korban yang tertimbun tanah longsor, diketahui sebanyak 47 orang dinyatakan hilang.
“Data tersebut berdasarkan hasil perhimpunan data dan pencarian di hari pertama tanggal 6 Maret 2023, dan akan di update secara berkala,” kata Kadiskominfo Natuna, Bukhari seperti dikutip dari sijoritoday.
Selain itu, diketahui pula sebanyak 1.216 warga mengungsi ke Puskesmas, Masjid, PLBN, dan SMAN 1 Serasan. (*)




